- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Ayah Hadir Terima Rapor di SMPN 9 Palu, Wujud Nyata Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Keterangan Gambar : Momen ayah hadir mendampingi anaknya saat penerimaan rapor di SMP Negeri 9 Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/12) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Penerimaan rapor siswa di SMP Negeri 9 Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/12) pagi, berlangsung berbeda.
Para ayah hadir mendampingi anak-anak mereka menerima hasil belajar semester, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Baca Lainnya :
- Basarnas Palu Siagakan 98 Personel dan Alut Laut Hadapi Nataru
- Pemprov Sulteng Susun Masterplan Terpadu Darat–Laut, CIFOR-ICRAF Gelar Konsultasi Publik
- Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
- Public Hearing Reformasi Polri di Palu Serap Masukan Akademisi dan Tokoh Masyarakat
Kehadiran ayah dalam momen evaluasi pendidikan ini menjadi upaya mendorong keterlibatan langsung orang tua laki-laki dalam pengasuhan dan pendidikan anak, yang selama ini kerap didominasi oleh peran ibu.
Salah seorang orang tua siswa, Alvian M. Lamakasau, mengaku program tersebut memberinya ruang untuk memahami perkembangan anak secara lebih utuh. Ia mengatakan, melalui pertemuan langsung dengan guru, orang tua dapat mengetahui karakter dan capaian belajar anak.
“Program ini sangat membantu ya, kedua kita dapat informasi dari guru-guru tentang karakter anak kita,” ujar Alvian.
Ia menuturkan, saat penerimaan rapor, guru menyampaikan kondisi akademik dan karakter anak yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan.
Menurutnya, saran guru menjadi acuan bagi orang tua dalam mendampingi anak di rumah.
“Menyikapi saran dari ibu guru itu yang akan kita jadikan acuan untuk menjaga anak kita,” katanya.
Alvian juga mengungkapkan, kehadirannya dalam penerimaan rapor merupakan pengalaman pertama.
Selama ini, peran tersebut lebih sering diambil oleh ibu.
“Sebagai orang tua ini satu kewajiban juga ya selama ini kan selalu ibu yang lebih mendominasi ke pendidikan, walaupun kita ada pekerjaan tapi kita sempatkan untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Dari sisi sekolah, Wali Kelas VII H SMPN 9 Palu, Nuril Asnah, menilai kehadiran ayah memberi dampak positif bagi komunikasi antara guru dan orang tua.
Ia berharap keterlibatan tersebut dapat terus berlanjut.
Ia menyampaikan, ayah dari siswa kelas VII H selama ini aktif merespons komunikasi sekolah dan menunjukkan kerja sama yang baik.
Hal itu terlihat dari banyaknya ayah yang hadir dalam penerimaan rapor.
“Saya mengharapkan ayah-ayahnya ini selalu hadir, dan alhamdulillah ayah dari kelas 7 H ini selalu merespon apa yang selalu saya harapkan, kerjasamanya bagus,” kata Nuril.
Menurutnya, kehadiran ayah juga membuka ruang keakraban antara wali kelas dan orang tua siswa.
Ia bahkan melihat sebagian ayah terlibat langsung dalam aktivitas harian anak, seperti mengantar dan menjemput sekolah.
“Saya melihat selama ini bagus bahkan mereka biasa antar jemput kadang sampai di kelas mereka perhatikan anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 9 Palu, Isnarti Suaib, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan GATI di lingkungan sekolah.
Ia menilai, selama ini perhatian ayah terhadap pendidikan anak masih terbatas.
Ia menjelaskan, sering kali ibu menyampaikan kondisi anak kepada sekolah, sementara ayah kurang terlibat langsung.
Melalui gerakan ini, ayah diundang agar mengetahui perkembangan anak secara langsung.
“Biasa ibu menyembunyikan kekurangan siswa kepada ayah, tapi dengan gerakan ini, diundang ayahnya agar ayahnya yang lebih tahu,” kata Isnarti.
Menurut Isnarti, keterlibatan ayah penting karena anak cenderung lebih responsif terhadap arahan dari ayah.
“Karena biasanya anak satu dari kata dari ayah mereka langsung dengar, tapi sepuluh kali kata dari ibu bisa jadi mereka abaikan,” ujarnya.
Dari pihak BKKBN, Anggota Tim Kerja 2 Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sulawesi Tengah, Sakkirang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional.
Ia mengatakan, tujuan utama gerakan ayah mengambil rapor adalah menghadirkan ayah pada momen penting dalam kehidupan anak, khususnya di bidang pendidikan.
“Ini adalah program nasional ya namanya gerakan ayah mengambil raport anak sekolah,” ujar Sakkirang.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan keluarga tahun 2025, peran ayah dalam pendampingan dan pengasuhan anak di Sulawesi Tengah masih tergolong rendah.
“Karena ternyata, hasil pendataan keluarga tahun 2025 terlihat bahwa peran ayah di Indonesia Sulawesi Tengah itu sangat rendah pada proses pendampingan anak atau pengasuhan anak,” katanya.
Bahkan, dari data tersebut, disebutkan bahwa sebagian anak tidak merasakan kehadiran ayah meski secara fisik ayah ada di rumah.
“Kita lihat dari datanya itu 1 dari 4 keluarga di Indonesia itu anak-anaknya tidak merasakan kehadiran sosok ayah, padahal secara fisiknya ada,” ujar Sakkirang.
Ia menambahkan, momen penerimaan rapor dinilai strategis untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, sekaligus mengubah pandangan bahwa urusan sekolah bukan hanya tanggung jawab ibu.
“Selama ini ada kesan bahwa urusan sekolah itu adalah urusan ibu-ibu, itu tujuan yang ingin kami sampaikan,” katanya. (Rul/Nl)










