- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
Uji Kelayakan Sukses, Jembatan Palu IV Siap Masuki Tahap Akhir Rekonstruksi

Keterangan Gambar : Kepala Balai BPJN Sulteng, Bambang S. Razak. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Pembangunan kembali Jembatan Palu IV, ikon pemulihan pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi 2018, kini memasuki tahap akhir.
Uji beban atau loading test telah selesai dilakukan pada 26–27 Agustus 2025 dan dinyatakan berjalan lancar.
Baca Lainnya :
- Tukang Parkir Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Jabal Nur
- Nelayan Teluk Palu Dapat Suplai Air Bersih, Tandon Baru Dibangun di Talise
- Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Palu Sudah Dipulangkan
- 10 Besar Lomba Inovasi Award Kota Palu 2025 Paparkan Karya Teknologi Tepat Guna
- Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
Kepala Balai BPJN Sulteng, Bambang S. Razak, mengatakan uji kelayakan berlangsung dengan dua metode, yaitu statis dan dinamis.
“Dua hari pelaksanaan alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Hasil pembacaan data menunjukkan kondisi jembatan dalam keadaan elastis, sesuai harapan kita,” ujarnya kepada awak media Jumat (29/8) pagi, di lokasi pembangunan.
Ia menjelaskan, seluruh persiapan teknis dilakukan sejak sepekan sebelumnya, termasuk pemasangan sensor di atas dan bawah jembatan.
Bambang menambahkan, koordinasi dengan pemda, damkar, dan aparat keamanan juga dilakukan untuk mengantisipasi cuaca maupun faktor lapangan.
Meski begitu, ia menegaskan, tidak ada kendala berarti selama uji coba.
Selanjutnya, hasil uji akan dibawa dalam dua kali rapat pembahasan sebelum diplenokan.
Data uji akan disandingkan dengan perencanaan awal.
“Kalau melihat dari hasil pembacaan saat pelaksanaan masih sesuai skema. Harapan kami, insya Allah ketika disandingkan tidak ada permasalahan,” kata Bambang.
Terkait waktu peresmian, Bambang mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan penundaan maupun penetapan tanggal.
Ia menegaskan, target utama adalah menyelesaikan seluruh paket pekerjaan di sekitar jembatan.
“Secara fisik jembatan sudah selesai. Target kami paling lambat November–Desember. Mudah-mudahan bisa diresmikan Januari,” jelasnya.
Jembatan Palu IV menggantikan Jembatan Kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami 2018.
Proyek ini dibiayai hibah Pemerintah Jepang melalui JICA senilai lebih dari Rp300 miliar.
Konstruksi dikerjakan oleh Tokyu Construction bersama PT Waskita Karya.
Jembatan baru dirancang tangguh bencana dengan fondasi bored-pile beton sedalam 58–62 meter, struktur bentang tiga span metode balanced cantilever, serta beton prategang (prestressed concrete box girder).
Kini, jembatan telah rampung 100 persen secara fisik.
Namun peresmian menunggu hasil pleno uji kelayakan dan penyelesaian beberapa paket pekerjaan, termasuk proteksi oprit.
Sebagai proyek strategis pascabencana, Jembatan Palu IV diharapkan menghubungkan kembali akses vital di Kota Palu, melancarkan mobilitas warga, serta menjadi simbol kebangkitan Sulawesi Tengah setelah bencana. (Rul/Nl)










