- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
.jpg)
Keterangan Gambar : Mahasiswi Untad berorasi dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025) - Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU - Potongan orasi mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025), ramai diperbincangkan. Kalimat sindiran “Maaf, mereka tidak kuliah?” memicu pro dan kontra di media sosial.
Sejumlah warganet menilai ucapan itu merendahkan profesi kepolisian. Tak tinggal diam, aparat kepolisian merespons dengan mengunggah video kelulusan personel, memperlihatkan banyak di antaranya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1 dan S2.
Baca Lainnya :
- Makan Siang Program MBG, Puluhan Siswa di Palu Dilarikan ke RS
- Tri Perluas Jaringan di Palu, Internet Hemat dan Cepat Kini Menjangkau Pelosok Sulawesi Tengah
- Petani Tolitoli Duduki DPRD Sulteng, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Sawit
- 14 Truk Dikerahkan untuk Uji Beban Jembatan Palu IV
- UMKM Berpeluang Kelola Tambang, Bahlil: Anak Daerah Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
Di sisi lain, aksi mahasiswa yang awalnya berjalan damai sempat berujung ricuh. Massa membakar ban bekas, melempar batu, hingga merusak pagar gedung DPRD.
Menanggapi situasi tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga etika dalam menyuarakan aspirasi.
"Kami terbuka terhadap kritik, tapi harus disampaikan dengan etika dan tidak provokatif," tegas Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Sugeng, sindiran itu tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.
"Kami memahami dinamika aksi, tapi jangan sampai kritik dibungkus dengan penghinaan. Banyak personel kami lulusan S1, S2 bahkan ada yang memiliki gelar Doktor," pungkasnya. (Bim/Nl)










