- Kabar Baik buat yang Mau Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat
- 35 Tahun Menanti, Timnas Indonesia Akhirnya Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
.jpg)
Keterangan Gambar : Mahasiswi Untad berorasi dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025) - Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU - Potongan orasi mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025), ramai diperbincangkan. Kalimat sindiran “Maaf, mereka tidak kuliah?” memicu pro dan kontra di media sosial.
Sejumlah warganet menilai ucapan itu merendahkan profesi kepolisian. Tak tinggal diam, aparat kepolisian merespons dengan mengunggah video kelulusan personel, memperlihatkan banyak di antaranya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1 dan S2.
Baca Lainnya :
- Makan Siang Program MBG, Puluhan Siswa di Palu Dilarikan ke RS
- Tri Perluas Jaringan di Palu, Internet Hemat dan Cepat Kini Menjangkau Pelosok Sulawesi Tengah
- Petani Tolitoli Duduki DPRD Sulteng, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Sawit
- 14 Truk Dikerahkan untuk Uji Beban Jembatan Palu IV
- UMKM Berpeluang Kelola Tambang, Bahlil: Anak Daerah Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
Di sisi lain, aksi mahasiswa yang awalnya berjalan damai sempat berujung ricuh. Massa membakar ban bekas, melempar batu, hingga merusak pagar gedung DPRD.
Menanggapi situasi tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga etika dalam menyuarakan aspirasi.
"Kami terbuka terhadap kritik, tapi harus disampaikan dengan etika dan tidak provokatif," tegas Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Sugeng, sindiran itu tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.
"Kami memahami dinamika aksi, tapi jangan sampai kritik dibungkus dengan penghinaan. Banyak personel kami lulusan S1, S2 bahkan ada yang memiliki gelar Doktor," pungkasnya. (Bim/Nl)










