- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
.jpg)
Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban, Rabu (8/10/2025). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Morowali - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap A (24), warga yang dilaporkan hilang di Perairan Pulau Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat seorang diri menggunakan perahu menuju Pulau Umbele pada Sabtu (4/10) untuk mengambil batu di tebing pinggir laut.
Baca Lainnya :
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Banjir dan Longsor Landa Tojo Una-Una, Akses Jalan Trans Ampana–Poso Sempat Terputus
- RS Anutapura Palu Catat Gangguan Pernapasan dan Pencernaan Paling Banyak Dikeluhkan Pasien
- Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tak Ada Tilang
Ia sempat terlihat oleh warga di sekitar lokasi tersebut. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian melapor kepada aparat setempat.
Pada Minggu (5/10), perahu korban ditemukan mengapung di sekitar Pulau Kaleroang, namun korban tidak berada di lokasi. Barang-barang milik korban masih berada di dalam perahu.
Pencarian hari kedua dimulai Rabu (8/10/2025) pukul 07.00 Wita, melibatkan Pos SAR Morowali, Pos AL Morowali, Polairud Morowali, BPBD Morowali, pemerintah setempat, serta masyarakat sekitar.
Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi penemuan perahu dan perairan sekitarnya.
Koordinator lapangan, Siwanto, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu katinting milik warga setempat karena kondisi air laut sedang surut.
“Pencarian kami lanjutkan dengan menggunakan perahu warga karena posisi air surut dan rapp cukup jauh, sehingga perahu karet sementara belum bisa dioperasikan,” ujar Siwanto.
Ia menambahkan, tantangan utama di lapangan adalah informasi yang masih simpang siur dari masyarakat mengenai lokasi terakhir korban terlihat.
Meski begitu, seluruh unsur SAR terus berkoordinasi dan berupaya maksimal agar korban segera ditemukan.
Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan atau sesuai dengan ketentuan operasi SAR yang berlaku. (Bim/Nl)










