- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
1.jpg)
Keterangan Gambar : Satu unit jembatan terputus di Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol. (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Buol – Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buol sejak Minggu (5/10) hingga Senin (6/10) menyebabkan debit air sungai di Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, meningkat tajam.
Akibatnya, satu unit jembatan di desa tersebut putus dan memutus akses warga.
Baca Lainnya :
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Banjir dan Longsor Landa Tojo Una-Una, Akses Jalan Trans Ampana–Poso Sempat Terputus
- RS Anutapura Palu Catat Gangguan Pernapasan dan Pencernaan Paling Banyak Dikeluhkan Pasien
- Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tak Ada Tilang
- Bank Sulteng Salurkan Beasiswa Berani Cerdas kepada 15.663 Siswa di Sulteng
Banjir terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, setelah hujan deras tanpa henti membuat aliran sungai meluap ke badan jalan.
Jembatan yang menjadi penghubung utama antarwilayah di Desa Bungkudu tidak mampu menahan derasnya arus air hingga akhirnya ambruk.
Meski tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi, kerusakan jembatan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Saat ini, jalur transportasi di kawasan tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Buol bersama Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dalam penanganan darurat.
Pemerintah daerah masih berupaya mencari solusi sementara, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan darurat agar mobilitas warga bisa kembali normal.
Hingga laporan ini disusun, kondisi di lokasi masih belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan akibat jembatan yang terputus. (Rul/Nl)



.jpg)






