- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Siap-Siap! Pemerintah Bakal Uji Coba BBM Etanol E10, Dirancang Sesuai Iklim Tropis Indonesia

Keterangan Gambar : Ilustrasi spbu. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan uji coba bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen atau E10. Formulasi bahan bakar ini dirancang agar sesuai dengan karakteristik iklim tropis Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan, uji coba akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan industri otomotif. Hal ini bertujuan memastikan bahwa E10 benar-benar aman dan cocok untuk berbagai jenis kendaraan di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Lulusan Baru Wajib Tahu! Magang Berbayar Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Produk Tanpa Sertifikat Halal Bakal Dinyatakan Ilegal Mulai 2026
- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Melonguane, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Sulut
- PPPK Paruh Waktu Bisa Cuti Melahirkan hingga Gugur Kandungan, Ini Detail Aturannya
- Upah Tukang di Sulteng Paling Rendah se-Indonesia, Hanya Rp 100 Ribu Per Hari
“Jadi pengujiannya menyeluruh, statistiknya mesin-mesin seperti apa, korosif atau nggak, filternya diganti berapa, atau karetnya seperti apa. Ini nanti akan persis seperti (uji) biodiesel,” kata Eniya usai penandatanganan nota kesepahaman di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/10/2025), dikutip dari Liputan6.com.
Ia menambahkan, pihaknya juga mempertimbangkan berbagai kekhawatiran publik, termasuk potensi korosi akibat kandungan etanol serta ketidaksesuaian dengan material tertentu seperti karet. Karena itu, tahap uji coba ini masih bersifat pengembangan dan belum bersifat mandatori.
Bioetanol yang saat ini digunakan dalam produk Pertamax Green masih merupakan bagian dari uji pasar.
“Nanti bioetanol kami mandatorikan ke wilayah non-PSO dulu, seperti sekarang uji pasar yang 5 persen kan sudah berjalan,” jelasnya.
ESDM menargetkan penerapan penuh bahan bakar E10 bisa dilakukan dalam 2–3 tahun ke depan atau sekitar 2028.
Sebelum diterapkan secara nasional, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan evaluasi dan penyesuaian hasil uji coba.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan, program E10 akan mengacu pada keberhasilan penerapan biodiesel di Indonesia, yang dimulai dari B10 dan kini sudah berkembang hingga B40. Pemerintah bahkan menargetkan penggunaan B50 pada tahun 2026.
“Penerapan E10 akan mengikuti model sukses dari biodiesel,” ujar Bahlil.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan E10 masih menunggu kesiapan pabrik etanol dalam negeri, baik yang menggunakan bahan baku tebu maupun singkong.
Langkah pengembangan bahan bakar etanol ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun industri etanol nasional yang kuat. Tujuannya adalah memperkuat kedaulatan energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil. (Nl/Nl)










