- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Upah Tukang di Sulteng Paling Rendah se-Indonesia, Hanya Rp 100 Ribu Per Hari

Keterangan Gambar : Potret tukang konstruksi bangunan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Likeindonesia.com, PALU - Sulawesi Tengah tercatat memiliki rata-rata upah tukang harian terendah di Indonesia.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Indikator Konstruksi Triwulan II-2025, upah tukang di provinsi ini hanya sekitar Rp 100 ribu per hari.
Baca Lainnya :
- Donggala Dilirik Jadi Sentra Hilirisasi Tuna, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan Rantai Pasok
- Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Perubahan Sistem Kuota Haji Bisa Tambah Masa Tunggu di Sulteng Jadi 27 Tahun
- Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
- Program Magang Berbayar Sudah Jalan, Fresh Graduate Bisa Daftar 3 Lokasi Sesuai Minat
Besaran tersebut berada di bawah rata-rata upah tukang harian nasional yang mencapai Rp 140 ribu per hari pada triwulan II-2025.
Upah di Sulawesi Tengah juga lebih rendah dibandingkan provinsi tetangga di Sulawesi, seperti Sulawesi Selatan sebesar Rp 130 ribu, Sulawesi Tenggara Rp 135 ribu, dan Gorontalo Rp 135 ribu per hari.
Di sisi lain, DKI Jakarta menempati posisi tertinggi dengan rata-rata upah tukang Rp 165 ribu per hari. Disusul Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara, masing-masing Rp 160 ribu per hari.
Secara nasional, BPS mencatat upah tukang harian tumbuh 3,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari median Rp 120 ribu pada triwulan II-2024 menjadi Rp 140 ribu pada triwulan II-2025. Kenaikan ini menunjukkan tren permintaan tenaga kerja konstruksi yang masih kuat.
Meski demikian, Sulawesi Tengah dan DI Yogyakarta serta Nusa Tenggara Timur masih berada di posisi bawah dengan rata-rata Rp 100 ribu per hari, jauh tertinggal dari wilayah-wilayah lain.
Berdasarkan data BPS, daftar Upah Tukang Harian per Provinsi pada Triwulan II-2025 adalah sebagai berikut.
1. DKI Jakarta – Rp 165.000
2. Kalimantan Timur – Rp 160.000
3. Kepulauan Bangka Belitung – Rp 160.000
4. Maluku Utara – Rp 160.000
5. Kepulauan Riau – Rp 158.000
6. Sumatera Barat – Rp 150.000
7. Riau – Rp 150.000
8. Sumatera Selatan – Rp 150.000
9. Jawa Barat – Rp 150.000
10. Banten – Rp 150.000
11. Kalimantan Barat – Rp 150.000
12. Kalimantan Tengah – Rp 150.000
13. Kalimantan Selatan – Rp 150.000
14. Kalimantan Utara – Rp 150.000
15. Sulawesi Utara – Rp 150.000
16. Papua Barat – Rp 150.000
17. Papua – Rp 150.000
18. Maluku – Rp 145.000
19. Sulawesi Tenggara – Rp 135.000
20. Gorontalo – Rp 135.000
21. Sulawesi Selatan – Rp 130.000
22. Jambi – Rp 130.000
23. Bengkulu – Rp 130.000
24. Jawa Timur – Rp 126.000
25. Aceh – Rp 125.000
26. Bali – Rp 125.000
27. Sumatera Utara – Rp 120.000
28. Sulawesi Barat – Rp 118.000
29. Lampung – Rp 120.000
30. NTB – Rp 120.000
31. Jawa Tengah – Rp 110.000
32. DI Yogyakarta – Rp 100.000
33. Nusa Tenggara Timur – Rp 100.000
34. Sulawesi Tengah – Rp 100.000
(Nul/Nl)



.jpg)






