- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kebakaran di Palu Sepanjang 2025 Menurun, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Penanggulangan Disdamkarmat Palu, Agung Tri Prasetiawan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu mencatat jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, faktor kelistrikan masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- KONI Sulteng dan KONI Morowali Pastikan Kesiapan Porprov 2026, Bakal Digelar dengan 27 Cabor
- PMII Sulteng Serukan Tanda Bahaya Alam dan Kerusakan Kian Meningkat
- 241 Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi Natal, Satu Orang Langsung Bebas
- Natal 2025, Wali Kota Palu Tinjau Sejumlah Gereja dan Imbau Warga Jaga Ketertiban Jelang Tahun Baru
- Sulteng Jadi Satu-satunya Provinsi di Sulawesi yang Alami Penurunan Kasus Tawuran
Kepala Seksi Penanggulangan Disdamkarmat Palu, Agung Tri Prasetiawan, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada 2025 tercatat sekitar 237 kasus.
Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 300 kejadian.
“Kalau untuk jumlah kebakaran 2025 ini kurang lebih 237 kali, dibanding dengan 2024 itu menurun,” kata Agung diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (29/12) pagi.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah kebakaran tersebut tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan pihaknya kepada masyarakat terkait pencegahan bahaya kebakaran.
Menurutnya, kesadaran warga terhadap potensi kebakaran juga mulai meningkat, khususnya dalam penggunaan peralatan rumah tangga.
Agung menyebut, secara umum penyebab kebakaran yang paling mendominasi masih berasal dari faktor listrik.
Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Palu, tetapi juga menjadi persoalan di banyak daerah.
“Yang mendominasi kebakaran ini bahkan bukan cuma di Kota Palu ya, hampir mungkin se-seluruh dunia ini adalah listrik, penggunaan listrik yang tidak baik,” ujarnya.
Ia mencontohkan, penggunaan alat elektronik yang tidak diawasi dapat memicu korsleting dan berujung kebakaran.
Salah satu kasus yang kerap terjadi adalah charger telepon seluler yang dibiarkan tetap terpasang meski tidak digunakan.
“Contoh kecilnya cas HP, biasanya kita tarik HP-nya, cas-nya ketinggalan, itu satu potensi, panas, tidak ada yang disuplaikan, akhirnya meleleh dan korslet,” kata Agung.
Selain listrik, pembakaran sampah juga menjadi penyebab kebakaran yang cukup menonjol di Kota Palu sepanjang 2025.
Agung mengatakan, tercatat sekitar 10 kejadian kebakaran yang dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Ia menegaskan, pembakaran sampah sejatinya telah dilarang oleh Pemerintah Kota Palu.
Namun, praktik tersebut masih kerap ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Dalam hal kesiapsiagaan, Disdamkarmat Palu saat ini memiliki 11 unit armada, dengan sembilan unit dalam kondisi operasional.
Sementara itu, sekitar 50 personel disiagakan selama 24 jam yang terbagi ke dalam tiga pos layanan.
“Kesiapan personel kami tidak pernah siaga dua, selalu siaga satu, selalu siap tempur,” tegas Agung.
Ia menambahkan, armada pemadam ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mempercepat waktu respons jika terjadi kebakaran.
Dua unit kendaraan disiagakan di masing-masing pos terluar, sementara sisanya ditempatkan di markas komando.
Disdamkarmat Palu mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik dan mematuhi larangan pembakaran sampah, sebagai langkah pencegahan kebakaran di lingkungan tempat tinggal. (Rul/Nl)










