- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
- Sulteng Jadi Provinsi dengan Kualitas Lingkungan Terbaik Ketiga di Indonesia
- Tolitoli dan Buol Disebut Berpotensi Terdampak Megathrust, BMKG: Bukan Prediksi
- Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Tumpukan Sampah TPA Kawatuna
- Aktivitas Gempa di Sulteng Kembali Meningkat, Tembus 121 Kejadian dalam Sepekan
- Ketua KONI Sulteng Harap Berani Cup Lahirkan Pemain Nasional dan Internasional
- Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Akbar Supratman: Kabar Baik untuk Sulteng
- Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu
- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
Kebakaran di Palu Sepanjang 2025 Menurun, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Penanggulangan Disdamkarmat Palu, Agung Tri Prasetiawan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu mencatat jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, faktor kelistrikan masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- KONI Sulteng dan KONI Morowali Pastikan Kesiapan Porprov 2026, Bakal Digelar dengan 27 Cabor
- PMII Sulteng Serukan Tanda Bahaya Alam dan Kerusakan Kian Meningkat
- 241 Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi Natal, Satu Orang Langsung Bebas
- Natal 2025, Wali Kota Palu Tinjau Sejumlah Gereja dan Imbau Warga Jaga Ketertiban Jelang Tahun Baru
- Sulteng Jadi Satu-satunya Provinsi di Sulawesi yang Alami Penurunan Kasus Tawuran
Kepala Seksi Penanggulangan Disdamkarmat Palu, Agung Tri Prasetiawan, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada 2025 tercatat sekitar 237 kasus.
Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 300 kejadian.
“Kalau untuk jumlah kebakaran 2025 ini kurang lebih 237 kali, dibanding dengan 2024 itu menurun,” kata Agung diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (29/12) pagi.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah kebakaran tersebut tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan pihaknya kepada masyarakat terkait pencegahan bahaya kebakaran.
Menurutnya, kesadaran warga terhadap potensi kebakaran juga mulai meningkat, khususnya dalam penggunaan peralatan rumah tangga.
Agung menyebut, secara umum penyebab kebakaran yang paling mendominasi masih berasal dari faktor listrik.
Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Palu, tetapi juga menjadi persoalan di banyak daerah.
“Yang mendominasi kebakaran ini bahkan bukan cuma di Kota Palu ya, hampir mungkin se-seluruh dunia ini adalah listrik, penggunaan listrik yang tidak baik,” ujarnya.
Ia mencontohkan, penggunaan alat elektronik yang tidak diawasi dapat memicu korsleting dan berujung kebakaran.
Salah satu kasus yang kerap terjadi adalah charger telepon seluler yang dibiarkan tetap terpasang meski tidak digunakan.
“Contoh kecilnya cas HP, biasanya kita tarik HP-nya, cas-nya ketinggalan, itu satu potensi, panas, tidak ada yang disuplaikan, akhirnya meleleh dan korslet,” kata Agung.
Selain listrik, pembakaran sampah juga menjadi penyebab kebakaran yang cukup menonjol di Kota Palu sepanjang 2025.
Agung mengatakan, tercatat sekitar 10 kejadian kebakaran yang dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Ia menegaskan, pembakaran sampah sejatinya telah dilarang oleh Pemerintah Kota Palu.
Namun, praktik tersebut masih kerap ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Dalam hal kesiapsiagaan, Disdamkarmat Palu saat ini memiliki 11 unit armada, dengan sembilan unit dalam kondisi operasional.
Sementara itu, sekitar 50 personel disiagakan selama 24 jam yang terbagi ke dalam tiga pos layanan.
“Kesiapan personel kami tidak pernah siaga dua, selalu siaga satu, selalu siap tempur,” tegas Agung.
Ia menambahkan, armada pemadam ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mempercepat waktu respons jika terjadi kebakaran.
Dua unit kendaraan disiagakan di masing-masing pos terluar, sementara sisanya ditempatkan di markas komando.
Disdamkarmat Palu mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik dan mematuhi larangan pembakaran sampah, sebagai langkah pencegahan kebakaran di lingkungan tempat tinggal. (Rul/Nl)










