- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meresmikan fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Parigi — Fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, resmi beroperasi, Jumat (27/3/2026).
Kehadiran fasilitas ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas durian sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
Peresmian ditandai dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, salah satunya agenda “Berani Makan Durian 1 Ton”.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Fasilitas packing house memungkinkan hasil panen durian melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi sebelum dipasarkan.
Kondisi ini dinilai dapat membantu petani memperoleh harga yang lebih stabil serta meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Selain memperbaiki rantai distribusi, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan dan distribusi hasil pertanian.
Di sisi lain, peluang ekspor durian disebut masih terbuka lebar, terutama ke pasar China yang permintaannya terus meningkat.
Namun, kualitas produk menjadi syarat utama agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” katanya.
Meski demikian, tantangan mulai muncul dari sisi pasokan bahan baku.
Ketersediaan durian dinilai perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang mulai berkembang di daerah.
“Kita sudah punya fasilitas, tapi produksi harus kita kejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” ujarnya.
Dengan mulai beroperasinya packing house ini, sektor durian di Parigi Moutong diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. (Rul/Nl)



_2.jpg)






