- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meresmikan fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Parigi — Fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, resmi beroperasi, Jumat (27/3/2026).
Kehadiran fasilitas ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas durian sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
Peresmian ditandai dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, salah satunya agenda “Berani Makan Durian 1 Ton”.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Fasilitas packing house memungkinkan hasil panen durian melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi sebelum dipasarkan.
Kondisi ini dinilai dapat membantu petani memperoleh harga yang lebih stabil serta meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Selain memperbaiki rantai distribusi, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan dan distribusi hasil pertanian.
Di sisi lain, peluang ekspor durian disebut masih terbuka lebar, terutama ke pasar China yang permintaannya terus meningkat.
Namun, kualitas produk menjadi syarat utama agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” katanya.
Meski demikian, tantangan mulai muncul dari sisi pasokan bahan baku.
Ketersediaan durian dinilai perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang mulai berkembang di daerah.
“Kita sudah punya fasilitas, tapi produksi harus kita kejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” ujarnya.
Dengan mulai beroperasinya packing house ini, sektor durian di Parigi Moutong diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. (Rul/Nl)





.jpg)




