- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Agung Try Widiantoro. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah jalur rawan bencana tanah longsor yang perlu diwaspadai masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.
Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Agung Try Widiantoro, menyebut jalur Kebun Kopi yang menghubungkan Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong menjadi salah satu titik utama yang perlu mendapat perhatian.
Baca Lainnya :
- Puncak Arus Mudik di Bandara Palu Diprediksi H-3 Lebaran, Penumpang Mulai Meningkat
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
- 2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri 2026, 7 Orang Langsung Bebas
- 64 Pelari Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu
Menurutnya, jalur Kebun Kopi merupakan akses vital yang kerap dilalui pemudik dari Kota Palu maupun Donggala menuju sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, seperti Parigi Moutong, Morowali, Morowali Utara, Poso, hingga Tolitoli.
“Untuk lokasi rawan, salah satu yang sudah kita ketahui adalah jalur Kebun Kopi, karena jalur tersebut merupakan jalur utama yang dilalui para pemudik menuju beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah,” kata Agung.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan jika terjadi bencana di jalur tersebut.
“Di kawasan tersebut memang sering terjadi longsor, sehingga kami telah menyiagakan alat berat serta mobil derek beserta operatornya,” ujarnya.
Menurut Agung, alat berat dan mobil derek akan disiagakan selama periode mudik Lebaran guna memastikan penanganan cepat jika terjadi longsor maupun gangguan lalu lintas.
Selain jalur Kebun Kopi, Ditlantas Polda Sulteng juga telah memetakan sejumlah titik rawan di seluruh kabupaten di wilayah tersebut, baik rawan kecelakaan, kemacetan, maupun bencana alam.
“Setiap kabupaten juga memiliki titik kerawanan masing-masing, mulai dari titik rawan kecelakaan, rawan kemacetan, hingga rawan bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jajaran kepolisian di daerah diminta berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, terutama dalam pengaturan rambu lalu lintas serta penempatan alat berat di titik rawan.
“Sesuai dengan tagline dari Kakorlantas, ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia.’ Karena itu, kami mengharapkan para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan dalam berlalu lintas serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” tuturnya.
Selain itu, pengemudi, khususnya kendaraan roda empat dan bus, diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah selama perjalanan.
“Apabila merasakan lelah atau mengantuk, silakan beristirahat terlebih dahulu. Kami juga telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik di sepanjang jalur menuju daerah tujuan mudik,” katanya.
Ia menegaskan, mayoritas kecelakaan lalu lintas diawali dari pelanggaran aturan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
“Kami mengajak para pemudik dan seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah untuk senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang ada, agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” pungkasnya. (Rul/Nl)










