- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
Hujan Belum Merata, Status Siaga Karhutla dan Kekeringan di Parimo Diperpanjang hingga 7 Maret

Keterangan Gambar : Karhutla terjadi di Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu malam (25/2/2026). (Foto : BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga 7 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena curah hujan yang turun di sejumlah wilayah belum merata dan belum cukup menurunkan risiko kebakaran.
Perpanjangan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (26/2/2026), dengan mempertimbangkan pembaruan data dari BMKG serta masukan para camat terkait kondisi di lapangan.
Baca Lainnya :
- Tak Semua Pelaku Dipenjara, KUHP Baru Buka Ruang Hukuman Kerja Sosial
- Audiensi dengan Baznas, Wagub Sulteng Perkuat Program 9 BERANI untuk Bantu Warga Kurang Mampu
- DPRD Sulteng Kecewa Pertemuan CPM dan Tokoh Adat Poboya Digelar Tanpa Pemberitahuan
- Mantapkan Langkah Menuju PON 2032, KONI Sulteng Perkuat Kolaborasi dengan KONI Jabar
- Refleksi Setahun Berani Menjaga Lingkungan, DLH Sulteng Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, hujan memang mulai terjadi, namun belum merata di seluruh wilayah Parigi Moutong.
“Hujan mulai muncul namun belum merata dan belum cukup untuk menurunkan risiko karhutla di seluruh wilayah,” demikian pernyataan BMKG dalam rilis yang diterima, Kamis (26/2/2026).
BMKG menyebutkan, pada dasarian III Februari, curah hujan di Parigi Moutong masih relatif rendah, yakni berkisar 20–50 mm per dasarian. Memasuki Maret, sebagian wilayah diprakirakan mengalami peningkatan hujan, namun sejumlah titik masih berpotensi berada di bawah normal.
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca diprediksi masih didominasi cerah hingga berawan dengan peluang hujan terbatas. Suhu udara berkisar antara 24–32 derajat Celsius yang berpotensi mempercepat pengeringan lahan.
Indikator Fire Danger Rating System (FDRS) juga menunjukkan kategori kering hingga sangat kering pada awal Maret. Artinya, potensi karhutla masih bisa terjadi, terutama jika terdapat sumber api di lapangan.
Karena itu, perpanjangan status siaga dinilai perlu agar upaya pencegahan tetap berjalan optimal, seperti patroli rutin, pengawasan wilayah rawan, serta penegakan larangan pembakaran lahan.
Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. (Nul/Nl)




.jpg)





