- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
- Viral Berdandan hingga Tuai Kritik dari Warganet, Guru SD di Tolitoli Kini Diberhentikan
- Warga Jalan Durian Ditemukan Tewas di Belakang Rumah, Diduga Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap
- Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional 2027, Total Ada 26 Hari
- Antisipasi Antrean Solar di Sulteng, Pemprov Dorong Kemudahan Pengisian BBM Truk Kontainer
- Hilang Kontak Hampir Dua Hari di Perairan Luwuk-Taliabu, 3 Awak KM Balama Ditemukan Selamat
- Prabowo Resmi Copot Purbaya dari Jabatan Menkeu, Suahasil Ditunjuk sebagai Pengganti
- Gaji di Bawah UMP Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah Gratis
- DPRD Kota Palu Prioritaskan Empat Ranperda Inisiatif untuk Propemperda 2027
- Ketua DPRD Kota Palu Dorong Warga Maksimalkan Fasilitas Kesehatan yang Ditanggung Pemerintah
Hujan Belum Merata, Status Siaga Karhutla dan Kekeringan di Parimo Diperpanjang hingga 7 Maret

Keterangan Gambar : Karhutla terjadi di Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu malam (25/2/2026). (Foto : BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga 7 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena curah hujan yang turun di sejumlah wilayah belum merata dan belum cukup menurunkan risiko kebakaran.
Perpanjangan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (26/2/2026), dengan mempertimbangkan pembaruan data dari BMKG serta masukan para camat terkait kondisi di lapangan.
Baca Lainnya :
- Tak Semua Pelaku Dipenjara, KUHP Baru Buka Ruang Hukuman Kerja Sosial
- Audiensi dengan Baznas, Wagub Sulteng Perkuat Program 9 BERANI untuk Bantu Warga Kurang Mampu
- DPRD Sulteng Kecewa Pertemuan CPM dan Tokoh Adat Poboya Digelar Tanpa Pemberitahuan
- Mantapkan Langkah Menuju PON 2032, KONI Sulteng Perkuat Kolaborasi dengan KONI Jabar
- Refleksi Setahun Berani Menjaga Lingkungan, DLH Sulteng Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, hujan memang mulai terjadi, namun belum merata di seluruh wilayah Parigi Moutong.
“Hujan mulai muncul namun belum merata dan belum cukup untuk menurunkan risiko karhutla di seluruh wilayah,” demikian pernyataan BMKG dalam rilis yang diterima, Kamis (26/2/2026).
BMKG menyebutkan, pada dasarian III Februari, curah hujan di Parigi Moutong masih relatif rendah, yakni berkisar 20–50 mm per dasarian. Memasuki Maret, sebagian wilayah diprakirakan mengalami peningkatan hujan, namun sejumlah titik masih berpotensi berada di bawah normal.
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca diprediksi masih didominasi cerah hingga berawan dengan peluang hujan terbatas. Suhu udara berkisar antara 24–32 derajat Celsius yang berpotensi mempercepat pengeringan lahan.
Indikator Fire Danger Rating System (FDRS) juga menunjukkan kategori kering hingga sangat kering pada awal Maret. Artinya, potensi karhutla masih bisa terjadi, terutama jika terdapat sumber api di lapangan.
Karena itu, perpanjangan status siaga dinilai perlu agar upaya pencegahan tetap berjalan optimal, seperti patroli rutin, pengawasan wilayah rawan, serta penegakan larangan pembakaran lahan.
Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. (Nul/Nl)










