- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
Fenomena Bendera One Piece, Kesbangpol Palu Ingatkan Arti Perjuangan Kemerdekaan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kantor Kesbangpol Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI, muncul fenomena pengibaran bendera bergambar tokoh animasi One Piece yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengingatkan pentingnya menempatkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan perjuangan bangsa.
Baca Lainnya :
- Dua Usaha di Palu Disegel, Satu Dibuka, Dua Lainnya Batal Disegel karena Bayar Pajak
- 20 Sekolah di Palu Ikut Lomba Paduan Suara Indonesia Raya Tiga Stanza
- Wakil Ketua MPR RI Sambut Positif Status Internasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu
- Akhiri Trek Liar, Palu Segera Punya Sirkuit Road Race Standar Nasional
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
“Bendera Merah Putih itu bisa kita kibarkan bukan karena hal yang mudah, tapi melalui perjuangan—lewat darah, lewat nyawa, lewat usaha yang luar biasa,” kata Ansyar saat ditemui di Palu, Selasa (12/8/) pagi.
Ia menegaskan, nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus tetap terjaga.
Menurutnya, setiap peringatan HUT RI menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.
“Saat diminta menaikkan bendera pada HUT RI, kita harus melihatnya dari situ. Dengan begitu, kita bisa benar-benar menyelami bagaimana upaya orang tua kita, founding fathers, dalam merebut kemerdekaan,” ujarnya.
Terkait fenomena bendera non-nasional, Ansyar mengatakan belum melihat adanya indikasi gerakan terorganisir di Kota Palu.
Ia menilai hal itu lebih kepada bentuk ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi pembangunan.
“Yang saya lihat, mungkin ada ketidakpuasan saja. Untuk gerakan-gerakan lain, saya belum melihat,” jelasnya.
Meski demikian, Ansyar mengimbau agar masyarakat tidak mengganti pengibaran bendera Merah Putih dengan simbol lain yang tidak mencerminkan jiwa kenegaraan.
“Kalau yang anime-anime begitu, ya cukup. Jangan sampai kita malah menaikkan bendera yang bukan bendera nasional kita,” tegasnya.
Menurut Ansyar, pemerintah di semua tingkatan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun ia berharap, apapun kondisi yang terjadi, nilai nasionalisme tetap dijaga.
“Bendera itu bukan hadiah, bukan cuma-cuma. Kita mendapatkannya dengan pengorbanan. Maka ketika ada fenomena seperti ini, saya berharap kita bisa refleksi diri,” pungkasnya. (rul)










