- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
- Sulteng Jadi Provinsi dengan Kualitas Lingkungan Terbaik Ketiga di Indonesia
- Tolitoli dan Buol Disebut Berpotensi Terdampak Megathrust, BMKG: Bukan Prediksi
- Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Tumpukan Sampah TPA Kawatuna
- Aktivitas Gempa di Sulteng Kembali Meningkat, Tembus 121 Kejadian dalam Sepekan
- Ketua KONI Sulteng Harap Berani Cup Lahirkan Pemain Nasional dan Internasional
- Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Akbar Supratman: Kabar Baik untuk Sulteng
- Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu
- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
Dua Usaha di Palu Disegel, Satu Dibuka, Dua Lainnya Batal Disegel karena Bayar Pajak

Keterangan Gambar : Bapenda Kota Palu bersama aparat penegak hukum menyegel dua tempat usaha di Jalan Dr. Sutomo dan satu tempat usaha di Jalan Untad 1 Kelurahan Tondo. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah Kota Palu kembali melanjutkan penindakan terhadap pelaku usaha yang menunggak pajak daerah.
Dalam operasi yang digelar Selasa (12/8/2025) sore, tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama aparat penegak hukum menyegel dua tempat usaha, membuka segel pada satu lokasi, serta mendatangi dua usaha lain untuk pembuatan komitmen tanpa penyegelan.
Baca Lainnya :
- 20 Sekolah di Palu Ikut Lomba Paduan Suara Indonesia Raya Tiga Stanza
- Wakil Ketua MPR RI Sambut Positif Status Internasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu
- Akhiri Trek Liar, Palu Segera Punya Sirkuit Road Race Standar Nasional
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
- Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Bersiap Penuhi Standar Internasional, Perlu Perpanjangan Landasan Pacu
Penyegelan dilakukan di sebuah kafe di Jalan Dr. Sutomo dan satu tempat usaha di Jalan Untad 1 Kelurahan Tondo.
Satu lokasi lainnya, yang sebelumnya disegel, dibuka setelah pemiliknya melunasi kewajiban pajak.
Sementara dua usaha yang awalnya akan disegel, batal ditindak karena pemilik langsung membayar pajak dan melengkapi laporan.
Sekretaris Bapenda Kota Palu, Syarifuddin, mengatakan penindakan dilakukan setelah proses administrasi panjang.
"Kegiatan penyegelan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba dilakukan hari ini. Ini sudah melalui proses panjang, mulai dari surat teguran yang kami kirim tiga kali, lengkap dengan dokumentasinya. Lima hari sebelum penyegelan, kami kirimkan lagi surat pemberitahuan," ujarnya.
Menurutnya, salah satu kafe yang disegel menunggak pajak selama dua tahun, sedangkan usaha di Tondo bahkan sudah tiga tahun tidak membayar.
"Ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya menyasar usaha kecil-kecilan saja. Sekelas kafe seperti ini pun kami tindak," tegasnya.
Bapenda mencatat dari total 53 wajib pajak yang menunggak, baru sepuluh yang telah ditindak hingga saat ini.
Sisanya, sebanyak 43 usaha masih dalam pemantauan.
"Kami berpesan, kalau merasa menunggak, sebelum disegel sebaiknya datang melapor dan membayar. Yang terpenting, terapkan pajak 10 persen sesuai aturan," kata Syarifuddin.
Syarifuddin menambahkan, pembukaan segel dilakukan setelah seluruh kewajiban pajak dilunasi.
“Kasihan juga, mereka punya usaha dan keluarga yang harus dihidupi. Tidak mungkin kami tahan lama-lama jika sudah menyelesaikan kewajiban,” pungkasnya. (Rul)










