- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Detik-Detik Banjir Bandang Menerjang Desa Namo, Warga Panik Selamatkan Diri

Keterangan Gambar : Rekaman amatir warga saat banjir bandang menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (14/8/2025). (Foto: Facebook Lin Tempa/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, SIGI - Sebuah video yang beredar di Facebook memperlihatkan detik-detik banjir bandang menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (14/8/2025) malam. Hujan deras yang mengguyur sejak sore memicu luapan air pada sekitar pukul 20.00 WITA, membawa serta lumpur pekat dan potongan kayu besar.
Arus deras itu menerobos hingga ke pemukiman warga, bahkan memutus akses vital Jalan Palu–Kulawi. Dalam rekaman, terdengar suara panik warga yang bergegas menyelamatkan diri.
Baca Lainnya :
- home
- Jasindo Hadirkan Narasemesta di Sigi, Dukung Sekolah Alam dan Pertanian Berkelanjutan
- Ini Perkiraan Kedatangan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Akibat Gempa 8,7 di Rusia
- Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG Sebut Berpotensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
- Geger! Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Rumah BTN Kalukubula Sigi
Laporan BPBD Sulawesi Tengah menyebutkan, sedikitnya delapan rumah terdampak, dua rumah hanyut terseret arus, dan satu rumah rusak berat. Material banjir juga menutup akses Jalan Palu–Kulawi, sehingga transportasi terhenti.
Tim BPBD Sigi bersama relawan telah mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan lansia, ke titik aman. Hingga kini jumlah pasti pengungsi dan korban jiwa masih dalam pendataan.
“Kami fokus evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Hujan masih turun sehingga risiko banjir susulan cukup tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus.
Kebutuhan mendesak bagi warga mencakup tenda terpal, tikar, selimut, makanan siap saji, beras, kompor gas, perlengkapan bayi, dan obat-obatan. Pemantauan juga dilakukan di desa-desa hulu untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan BNPB untuk percepatan bantuan dan penanganan darurat. (Bim)




_2.jpg)





