- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Polda Sulteng Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana dan Antisipasi Konflik Sosial di Palu

Keterangan Gambar : Personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana dan antisipasi konflik sosial yang digelar di Sirkuit Panggona, Kota Palu, Kamis (11/12) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Sebanyak 597 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana dan antisipasi konflik sosial yang digelar di Sirkuit Panggona, Kota Palu, Kamis (11/12) pagi.
Latihan terpadu ini dirancang menyerupai kondisi nyata untuk menguji kemampuan respons, evakuasi, hingga pengamanan wilayah pascabencana.
Baca Lainnya :
- IJTI Sulteng Himpun Donasi Hampir Rp30 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
- Usai Terpilih Jadi Ketua IPSI Sulteng, Abcandra Akbar Fokus Benahi Organisasi dan Pembinaan Atlet
- Disperindag Kota Palu Gencar Pasar Murah di Gereja Jelang Nataru
- Pendapatan Program Berani Hapus Pajak Kendaraan Sulteng Tembus Rp32,9 Miliar
- Tahun Depan Gubernur Sulteng Siapkan Bantuan Modal Rp 5 Juta untuk Penenun Donggala
Simulasi tersebut menampilkan berbagai skenario, termasuk penanganan gempa bumi, evakuasi korban, hingga situasi kerawanan sosial seperti aksi penjarahan di area pertokoan.
Skenario itu dipilih untuk menggambarkan kesiapan aparat menghadapi kondisi serupa yang pernah terjadi di Sulawesi Tengah pada bencana sebelumnya.
Menurut pihak kepolisian, keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI hingga pemerintah daerah, menjadi salah satu poin penting dalam memastikan koordinator lintas lembaga berjalan optimal di lapangan.
Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmy Kwarta Kusuma P. Rauf, menyebut bahwa simulasi ini merupakan gambaran kesiapsiagaan seluruh stakeholder di Sulawesi Tengah.
“Kegiatan simulasi hari ini menggambarkan hasil koordinasi dari semua stakeholder di Sulawesi Tengah, berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi isu bencana alam maupun situasi sosial yang eskalasinya bisa berdampak menjadi anarkis,” ujarnya dihadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa 501 personel gabungan yang mengikuti latihan memperlihatkan kesiapan seluruh unsur apabila terjadi bencana.
Wakapolda juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki catatan sejarah, di mana pascabencana pernah terjadi aksi penjarahan yang tidak semestinya terjadi.
Karena itu, skenario pengamanan pertokoan dan penindakan kelompok yang memanfaatkan situasi turut diperagakan.
Helmy juga menegaskan bahwa seluruh unsur terkait, mulai dari Kodam, Korem, kejaksaan, pengadilan hingga BPBD dan PMI, berada dalam kondisi siap menghadapi kondisi darurat.
Ia menyebut semua stakeholder terkait di Sulawesi Tengah sudah siap, namun ia tetap berharap tidak ada bencana yang kembali melanda daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda turut menyampaikan doa dan dukungan bagi warga di wilayah yang saat ini terdampak bencana di Sumatra.
Ia menyebut bahwa warga Sulawesi Tengah selalu menunjukkan solidaritas.
Ia mengatakan bahwa mereka mendoakan masyarakat di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat agar tetap kuat dan solid menghadapi musibah yang terjadi.
Di akhir penyampaiannya, Wakapolda kembali menegaskan bahwa kesiapan aparat adalah prioritas, namun harapannya daerah tetap aman.
“Sekali lagi, untuk kesiapan, kita siap. Tapi doa kita, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Lebih baik kita siap, tapi tidak ada bencana,” ucapnya. (Rul/Nl)










