- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Polda Sulteng Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana dan Antisipasi Konflik Sosial di Palu

Keterangan Gambar : Personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana dan antisipasi konflik sosial yang digelar di Sirkuit Panggona, Kota Palu, Kamis (11/12) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Sebanyak 597 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana dan antisipasi konflik sosial yang digelar di Sirkuit Panggona, Kota Palu, Kamis (11/12) pagi.
Latihan terpadu ini dirancang menyerupai kondisi nyata untuk menguji kemampuan respons, evakuasi, hingga pengamanan wilayah pascabencana.
Baca Lainnya :
- IJTI Sulteng Himpun Donasi Hampir Rp30 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
- Usai Terpilih Jadi Ketua IPSI Sulteng, Abcandra Akbar Fokus Benahi Organisasi dan Pembinaan Atlet
- Disperindag Kota Palu Gencar Pasar Murah di Gereja Jelang Nataru
- Pendapatan Program Berani Hapus Pajak Kendaraan Sulteng Tembus Rp32,9 Miliar
- Tahun Depan Gubernur Sulteng Siapkan Bantuan Modal Rp 5 Juta untuk Penenun Donggala
Simulasi tersebut menampilkan berbagai skenario, termasuk penanganan gempa bumi, evakuasi korban, hingga situasi kerawanan sosial seperti aksi penjarahan di area pertokoan.
Skenario itu dipilih untuk menggambarkan kesiapan aparat menghadapi kondisi serupa yang pernah terjadi di Sulawesi Tengah pada bencana sebelumnya.
Menurut pihak kepolisian, keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI hingga pemerintah daerah, menjadi salah satu poin penting dalam memastikan koordinator lintas lembaga berjalan optimal di lapangan.
Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmy Kwarta Kusuma P. Rauf, menyebut bahwa simulasi ini merupakan gambaran kesiapsiagaan seluruh stakeholder di Sulawesi Tengah.
“Kegiatan simulasi hari ini menggambarkan hasil koordinasi dari semua stakeholder di Sulawesi Tengah, berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi isu bencana alam maupun situasi sosial yang eskalasinya bisa berdampak menjadi anarkis,” ujarnya dihadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa 501 personel gabungan yang mengikuti latihan memperlihatkan kesiapan seluruh unsur apabila terjadi bencana.
Wakapolda juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki catatan sejarah, di mana pascabencana pernah terjadi aksi penjarahan yang tidak semestinya terjadi.
Karena itu, skenario pengamanan pertokoan dan penindakan kelompok yang memanfaatkan situasi turut diperagakan.
Helmy juga menegaskan bahwa seluruh unsur terkait, mulai dari Kodam, Korem, kejaksaan, pengadilan hingga BPBD dan PMI, berada dalam kondisi siap menghadapi kondisi darurat.
Ia menyebut semua stakeholder terkait di Sulawesi Tengah sudah siap, namun ia tetap berharap tidak ada bencana yang kembali melanda daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda turut menyampaikan doa dan dukungan bagi warga di wilayah yang saat ini terdampak bencana di Sumatra.
Ia menyebut bahwa warga Sulawesi Tengah selalu menunjukkan solidaritas.
Ia mengatakan bahwa mereka mendoakan masyarakat di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat agar tetap kuat dan solid menghadapi musibah yang terjadi.
Di akhir penyampaiannya, Wakapolda kembali menegaskan bahwa kesiapan aparat adalah prioritas, namun harapannya daerah tetap aman.
“Sekali lagi, untuk kesiapan, kita siap. Tapi doa kita, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Lebih baik kita siap, tapi tidak ada bencana,” ucapnya. (Rul/Nl)










