- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Kuota Turun Jadi 1.753, Jumlah Kloter Haji Sulteng 2026 Ikut Terpangkas

Keterangan Gambar : Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Kuota jemaah haji Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.
Jika tahun sebelumnya mencapai 1.994 jemaah, tahun ini kuota resmi yang ditetapkan pemerintah pusat hanya 1.753 jemaah, atau berkurang sekitar 240 orang.
Baca Lainnya :
- Pecatur Berprestasi Nasional Turun di Turnamen Lokal, Rhezki Pratama Curi Perhatian di Piala Salumbo
- Fasilitas Peringatan Dini Tsunami di Palu Rusak, Kabel Sirine Hilang Dicuri
- Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Difungsikan, Pemprov Siapkan Struktur Pengelola
- Jalani Proker SABASA, Mahasiswa KKN Untad Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Inspektorat Palu Telusuri Dugaan PPPK Siluman Lewat Verifikasi Regulasi dan Administrasi
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng menjelaskan, penetapan tersebut mengacu pada sistem daftar tunggu atau waiting list yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah.
Ia menyebut, pengurangan kuota ini juga berdampak pada jumlah kloter yang diproyeksikan untuk Sulawesi Tengah.
“Iya, karena pengurangan 240 itu hampir setara satu kuota kloter. Dengan jumlah itu, perhitungan pusat memproyeksikan 5,5 kloter. Bila suatu saat ada gabungan kloter, kemungkinan kita akan bergabung dengan Kalimantan Timur atau provinsi lain,” kata Muchlis diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (25/11) siang.
Ia menambahkan, penurunan kuota turut memengaruhi jumlah jemaah prioritas lansia. Tahun lalu, jemaah lansia prioritas mencapai 100 orang, sementara tahun ini hanya 88 orang.
Muchlis menjelaskan, lansia prioritas merupakan jemaah yang sebelumnya tidak masuk kuota, namun karena dikategorikan sebagai lansia, maka diprioritaskan untuk berangkat lebih awal.
Data tersebut sudah ditetapkan secara by name by address berdasarkan nomor porsi.
“Namanya juga sudah ada lengkap by name by address, dan semuanya berdasarkan nomor porsi yang masuk kategori lansia prioritas,” ujarnya.
Selain kuota jemaah, jumlah Petugas Haji Daerah atau PHD juga ikut berkurang. Tahun lalu PHD Sulawesi Tengah berjumlah 18 orang, sedangkan tahun ini hanya 11 orang.
Muchlis menuturkan, perhitungan tersebut disesuaikan dengan estimasi jumlah kloter yang akan diberangkatkan.
Menurutnya, satu kuota PHD dialokasikan untuk setiap dua kloter.
Dengan proyeksi 5,5 kloter, maka perhitungan pusat menetapkan total 11 PHD untuk Sulawesi Tengah tahun 2026.
Di tengah penurunan kuota, tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan.
Saat ini, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau BPIH telah dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember 2025 untuk tahap pertama, dan dilanjutkan tahap kedua pada 2 hingga 9 Januari 2026.
Muchlis mengatakan, hingga saat ini belum ada jemaah yang melakukan pelunasan karena masih menunggu proses istithaah kesehatan dan sempat terjadi kendala teknis koneksi sistem Siskohatkes dengan bank penerima setoran.
“Hari ini, alhamdulillah sudah lancar. Lazim memang, hari-hari pertama selalu ada gangguan teknis. Tapi itu tidak akan memengaruhi proses karena jemaah yang melunasi memang sudah diverifikasi sebelumnya bahwa mereka siap melunasi,” tutupnya. (Rul/Nl)










