- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala

Keterangan Gambar : Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Donggala, pada Selasa (4/11/2025) pukul 17.23 WITA. (Foto: Dok. BMKG)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Selasa (4/11/2025) pukul 17.23 WITA.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 0,53 Lintang Selatan dan 119,68 Bujur Timur, atau sekitar 20 kilometer barat daya Donggala.
Baca Lainnya :
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
- BMKG: Megathrust Tolitoli–Buol Potensi Ilmiah, Bukan Ancaman Langsung
- BYD Haka Auto Resmi Hadir di Palu, Tawarkan Pilihan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
- 1.103 Tenaga Honorer Sulteng Resmi Terima SK PPPK Tahap II dari Gubernur
Gempa terjadi pada kedalaman 17 kilometer.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian tulis BMKG, dilansir dari platform X. (Nul/Nl)










