- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng

Keterangan Gambar : Ilustrasi membuang sampah. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU – Kota Palu mencatat capaian tertinggi dalam pengurangan sampah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume sampah di Kota Palu berhasil berkurang hingga 7.037,84 ton per tahun pada 2024, menjadikannya daerah dengan pengurangan sampah terbesar di Sulteng.
Baca Lainnya :
- PKM BEM Berdampak Unisa Palu Latih Warga Sigi Olah Bubuk Daun Kelor untuk Cegah Stunting
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
- BMKG: Megathrust Tolitoli–Buol Potensi Ilmiah, Bukan Ancaman Langsung
- BYD Haka Auto Resmi Hadir di Palu, Tawarkan Pilihan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
- Angka Cerai di Palu Tembus 967 Kasus pada 2024, Warga Mantikulore Paling Banyak Berpisah
Secara keseluruhan, timbulan sampah tahunan di Kota Palu mencapai 43.984,58 ton, dengan pengurangan sebesar 4,63 persen.
Selain Palu, sejumlah daerah lain juga mencatat penurunan timbulan sampah, di antaranya Kabupaten Parigi Moutong, berhasil mengurangi sampah hingga 3.438,44 ton atau 28,59 persen, menjadi yang tertinggi secara persentase di Sulteng.
Disusul oleh Kabupaten Banggai Kepulauan yang mencatat pengurangan sebesar 1.937,42 ton, Donggala sebanyak 1.475,89 ton, dan Morowali dengan penurunan mencapai 913,82 ton.
Sementara Banggai Laut mengurangi sekitar 219 ton sampah per tahun, dan Morowali Utara sebesar 11,68 ton, yang menjadi daerah dengan pengurangan terendah di provinsi ini. (Nul/Nl)










