- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Canangkan Gentengisasi, Prabowo Usul Seng Diganti Genteng Tanah Liat

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto mencanangkan gerakan gentengisasi dengan mengusulkan agar atap bangunan yang masih menggunakan seng diganti dengan genteng tanah liat dengan ditampilkan sejumlah pilihan warna genteng dalam konsep Palet Warna Nusantara Horizon. (Foto: YouTubeKemendagri RI/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mencanangkan gerakan gentengisasi dengan mengusulkan agar atap bangunan yang masih menggunakan seng diganti dengan genteng tanah liat. Usulan ini disampaikan dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menilai penggunaan atap seng membuat hunian terasa panas dan kurang nyaman, serta tidak mendukung upaya mewujudkan Indonesia yang lebih indah. Ia menyebut genteng tanah liat lebih sesuai dengan identitas hunian di Indonesia sekaligus mendukung konsep Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Baca Lainnya :
- Makanan Kering Jadi Menu MBG untuk Siswa Puasa Selama Ramadan, Termasuk Kurma hingga Abon
- Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton
- Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari
- Menteri Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja
- Beda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, Masjidil Haram Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat di Ramadan 2026
Dalam paparan yang disampaikan, atap seng juga dinilai mudah berkarat dan cepat rusak, sehingga berpotensi menambah biaya perawatan di kemudian hari. Selain itu, karat dianggap dapat merusak tampilan rumah dan lingkungan sekitar.
Prabowo menegaskan tidak ingin melihat bangunan di Indonesia dipenuhi atap seng berkarat. Menurutnya, karat merupakan simbol degenerasi, bukan lambang kebangkitan bangsa.
“Kita, saya berharap dalam 2–3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan,” ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Kemendagri RI.
Untuk mendukung gerakan gentengisasi, Prabowo menyebut Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan pabrik genteng agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Ia pun meminta pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota, menanggapi program ini secara serius.
Prabowo juga mengingatkan bahwa keberadaan atap seng berkarat dapat menimbulkan kesan kurang baik di mata wisatawan. Oleh karena itu, gentengisasi diharapkan mampu memperindah hunian warga sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebahagiaan masyarakat.
“Saya ingin semua atap Indonesia, pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek atau proyek gentengisasi,” tegasnya.
Sementara itu, dalam paparan pemerintah ditampilkan sejumlah pilihan warna genteng dalam konsep Palet Warna Nusantara Horizon, seperti biru langit, navy blue, abu-abu, hingga terakota, yang dapat menjadi opsi bagi masyarakat. (Nul/Nl)










