- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
- Kekeringan Mengintai Sejumlah Daerah Sulteng, Warga Diingatkan Bijak Gunakan Air Bersih
- Muhammadiyah Usulkan ke BPJPH, Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal
- Pendatang di Palu Paling Banyak Berasal dari Sulsel, Capai 33.603 Orang
- Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027, Tanpa Tes
- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai

Keterangan Gambar : Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok BMKG)
Likeindonesia.com, BANGGAI – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/6/2026) pukul 06.28 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Baca Lainnya :
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0,15° LS dan 123,13° BT atau tepatnya di laut, sekitar 72 kilometer arah timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 99 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang berbeda. Di Luwuk dan Bone Bolango, gempa dirasakan pada skala III-IV MMI. Sementara itu, di Gorontalo getaran dirasakan dengan intensitas III MMI.
Selain itu, wilayah Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara merasakan getaran pada skala II-III MMI, sedangkan di Taliabu getaran tercatat pada skala II MMI.
Meski dirasakan di sejumlah daerah, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah kejadian tersebut. (nul)

.jpg)








