- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
Supaya Siswa Lahap Makan, Sopir MBG Diusulkan Pakai Kostum Power Rangers

Keterangan Gambar : Momen petugas pengantar MBG mengenakan kostum Power Rangers saat mengantar makanan ke sekolah. (Foto: @ontivya/TikTok)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan cara unik agar siswa lebih antusias dan lahap menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya, sopir mobil pengantar MBG mengenakan kostum Power Rangers saat mengantar makanan ke sekolah.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, pendekatan kreatif dibutuhkan agar anak-anak tertarik makan, terutama menu sayuran. Menurutnya, suasana yang menyenangkan bisa meningkatkan minat siswa untuk menghabiskan makanan bergizi yang disediakan.
Baca Lainnya :
- Selama 3 Bulan, Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Rp10 Ribu per Hari dari Kemensos
- PP Pengupahan Resmi Diteken, Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2026 Paling Lambat 24 Desember
- Airlangga Usul Pekerja Bisa WFA Mulai 29 hingga 31 Desember
- Resmi! 14 Desember Kini Menjadi Hari Sejarah Nasional Indonesia
- BYD Atto 1 Unggul Jauh, Pimpin Daftar Mobil Terlaris Nasional
“Berikan pengemudi itu kostum Power Rangers, jadi antusiasme mereka itu makin tinggi,” kata Nanik, dikutip dari Antara, Kamis (18/12/2025).
Selain ide kostum, Nanik juga meminta setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif memberikan edukasi gizi di sekolah. Kepala SPPG diharapkan bisa hadir langsung di kelas bersama guru untuk menjelaskan kandungan gizi menu MBG dan manfaatnya bagi pertumbuhan siswa.
“Minta waktu satu jam untuk menjadi guru di kelas. Jelaskan soal pentingnya makan bergizi,” ujarnya.
BGN juga mendorong SPPG bekerja sama dengan tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu, serta PKK untuk memberikan penyuluhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Selain itu, kerja sama dengan lurah dan pemerintah desa juga dinilai penting untuk memperluas edukasi gizi di masyarakat. (Nul/Nl)










