- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
Pergeseran Tanah di Desa Fatufia Morowali, 288 Warga Mengungsi

Keterangan Gambar : Tampak bangunan hunian kamar kos terdampak bencana pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (30/1/2026). (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Morowali – Bencana pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kejadian ini dilaporkan berlangsung sejak Rabu dini hari, 28 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA dan hingga Jumat, 30 Januari 2026, pergerakan tanah masih terus terjadi secara perlahan.
Baca Lainnya :
- Mayoritas Swalayan di Sulteng Tersebar di Daerah Ini, Palu Bukan yang Teratas
- Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
- Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), peristiwa ini diduga dipicu aktivitas alat berat di area pertambangan.
Getaran dari lima unit excavator yang sedang melakukan aktivitas pemuatan menimbulkan kepanikan warga.
Getaran kembali dirasakan keesokan harinya menjelang malam, disertai tanda-tanda pergeseran tanah.
Dampak bencana tersebut menyebabkan 94 unit kamar kos dan satu unit masjid terdampak langsung.
Sebanyak 288 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Morowali telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dalam penanganan darurat.
Upaya yang dilakukan meliputi pendampingan evakuasi warga dan pemindahan barang-barang ke tempat aman.
Selain itu, PMI IMIP mendirikan pos pengungsian untuk menampung warga terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian meliputi hunian sementara dan bantuan logistik bagi para pengungsi.
Kondisi terakhir di lapangan menunjukkan pergerakan tanah masih berlangsung secara perlahan, sehingga warga diminta tetap waspada.
Informasi kejadian ini dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Morowali serta Tim Reaksi Cepat dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










