- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
.jpg)
Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terus berjalan.
Dari total sekitar enam ribu titik yang ditargetkan, ratusan di antaranya saat ini masih dalam tahap proses.
Baca Lainnya :
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
- Pendapatan Parkir Palu 2025 Capai Rp2 Miliar, Masih Jauh dari Target
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyebutkan hingga kini pihaknya telah mengerjakan hampir 700 titik koperasi yang tersebar di dua provinsi tersebut.
“Jadi kita kalau di Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat ada enam ribu titik. Kami sudah bekerja sekarang hampir 700 titik yang sedang berproses,” ujar Pangdam dihadapan awak media di Palu, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) diberikan target penyelesaian minimal dua koperasi hingga batas waktu akhir Januari.
Pangdam mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh Kodim agar paling lambat 31 Januari masing-masing dapat menyelesaikan minimal dua titik koperasi.
“Hari ini sudah dua yang selesai,” katanya.
Ia berharap, sebelum batas waktu tersebut, jumlah koperasi yang rampung sepenuhnya bisa bertambah dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita berharap sebelum tanggal 31 ini kita ada sekitar 20-an lah yang selesai yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa jumlah koperasi yang masih dalam tahap pengerjaan jauh lebih banyak dibanding yang telah selesai.
Menurutnya, ratusan koperasi yang sedang berproses tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wilayah.
“Ini nanti yang menjadi pilot project kita lah, bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian di wilayah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk keterkaitan koperasi dengan sektor pertanian.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami cetak sawah, orang bertani, nanti yang memasarkan adalah Koperasi Merah Putih,” kata Pangdam.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif, khususnya pada sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian. (Rul/Nl)










