- Indonesia Dipilih Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
- BMKG Catat 166 Gempa di Sulteng pada Pekan Terakhir Juli
- MUI Usul Koruptor Boleh Dijatuhi Hukuman Mati
- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
.jpg)
Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terus berjalan.
Dari total sekitar enam ribu titik yang ditargetkan, ratusan di antaranya saat ini masih dalam tahap proses.
Baca Lainnya :
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
- Pendapatan Parkir Palu 2025 Capai Rp2 Miliar, Masih Jauh dari Target
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyebutkan hingga kini pihaknya telah mengerjakan hampir 700 titik koperasi yang tersebar di dua provinsi tersebut.
“Jadi kita kalau di Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat ada enam ribu titik. Kami sudah bekerja sekarang hampir 700 titik yang sedang berproses,” ujar Pangdam dihadapan awak media di Palu, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) diberikan target penyelesaian minimal dua koperasi hingga batas waktu akhir Januari.
Pangdam mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh Kodim agar paling lambat 31 Januari masing-masing dapat menyelesaikan minimal dua titik koperasi.
“Hari ini sudah dua yang selesai,” katanya.
Ia berharap, sebelum batas waktu tersebut, jumlah koperasi yang rampung sepenuhnya bisa bertambah dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita berharap sebelum tanggal 31 ini kita ada sekitar 20-an lah yang selesai yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa jumlah koperasi yang masih dalam tahap pengerjaan jauh lebih banyak dibanding yang telah selesai.
Menurutnya, ratusan koperasi yang sedang berproses tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wilayah.
“Ini nanti yang menjadi pilot project kita lah, bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian di wilayah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk keterkaitan koperasi dengan sektor pertanian.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami cetak sawah, orang bertani, nanti yang memasarkan adalah Koperasi Merah Putih,” kata Pangdam.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif, khususnya pada sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian. (Rul/Nl)










