- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi

Keterangan Gambar : Ilustrasi pekerja terkena dampak PHK. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 1.650 pekerja di Sulawesi Tengah (Sulteng) terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Kemnaker mengenai Jumlah Tenaga Kerja Ter-PHK, angka tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan jumlah PHK terbanyak kedua di kawasan Sulawesi, setelah Sulawesi Selatan yang mencatat 4.297 pekerja terkena PHK.
Baca Lainnya :
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
- Realisasi Program Cetak Sawah Rakyat di Sulteng Capai 4.335 Hektare hingga Akhir 2025
- Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa Magnitudo 3,4 di Wilayah Poso
- Tahukah Kamu? Mayoritas Desa di Sulawesi Tengah Berada di Wilayah Tepi Laut
Data Kemnaker merinci, jumlah pekerja yang terkena PHK di Sulawesi Tengah sepanjang 2025 tersebar di setiap bulan. Pada Januari tercatat sebanyak 36 orang, Februari 63 orang, Maret 66 orang, dan April 88 orang.
Jumlah PHK kemudian meningkat pada Mei dengan 149 orang, Juni 127 orang, Juli 269 orang, dan Agustus 278 orang. Puncak PHK terjadi pada September dengan 428 pekerja terdampak.
Sementara itu, pada Oktober jumlah PHK tercatat 88 orang, November 46 orang, dan Desember 12 orang.
Secara nasional, Kemnaker mencatat 88.519 pekerja di Indonesia mengalami PHK sepanjang tahun 2025. (Nul/Nl)










