- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
.jpg)
Keterangan Gambar : Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/1/2026). (Foto : Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Parigi Moutong – Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan, sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan gagal tanam akibat kekurangan pasokan air.
Baca Lainnya :
- Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- Realisasi Program Cetak Sawah Rakyat di Sulteng Capai 4.335 Hektare hingga Akhir 2025
- Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa Magnitudo 3,4 di Wilayah Poso
Kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, dan Desa Kota Raya Selatan di Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau di Kecamatan Ongka Malino, pada Rabu (28/1/2026).
Kondisi ini dipicu oleh menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga lahan persawahan tidak mendapatkan suplai air yang memadai.
Sebagian besar sawah terdampak merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan musiman.
Akibat kondisi tanah yang mengering, petani tidak dapat melakukan penanaman sesuai jadwal.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa maupun pengungsian dalam kejadian ini.
Namun, kekeringan masih berlangsung hingga laporan terakhir diterima pada Rabu sore.
Sebagai langkah awal, BPBD telah melakukan assessment di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk penanganan lanjutan.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi pasokan air bersih atau irigasi darurat untuk lahan pertanian, pompa air beserta selang untuk penyaluran dari sumber terdekat seperti sungai atau sumur, serta pembangunan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan kritis.
BPBD terus memantau perkembangan situasi seiring masih berlangsungnya kekeringan di wilayah tersebut. (Rul/Nl)










