- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Operasi Zebra Tinombala 2025 Dimulai, Roda Dua Jadi Prioritas Penindakan

Keterangan Gambar : Mobil patroli polisi disiapkan selama operasi zebra 2025. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Polda Sulawesi Tengah resmi memulai Operasi Zebra Tinombala 2025 yang berlangsung 17–30 November.
Operasi difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama oleh pengendara roda dua.
Baca Lainnya :
- 62.969 Pekerja Rentan di Sulteng Kini Dilindungi Jamsostek 2025
- Jejak Briptu Yuli Setyabudi: Hilang 3 Bulan, Tinggalkan Kasus Penggelapan Mobil
- Disdik Sulteng Tegaskan Gerakan Stop Perundungan di Sekolah
- Palu Barat Jadi Pilot Project Nasional, Angka Stunting Turun Signifikan Lewat Program Genting
- Program “Genting” di Kelurahan Baru, Bentuk Kepedulian PKK dan BKKBN Tekan Stunting
Data evaluasi menunjukkan kecelakaan menurun 6 persen, namun korban meninggal justru naik 25 persen.
Dalam amanat yang dibacakan Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmy Kwarta Kusuma Putra, ia menegaskan pentingnya penegakan hukum berbasis teknologi.
“Lakukan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE, statis maupun mobile,” ujarnya, Senin (17/8/2025).
Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Atot Irawan menjelaskan bahwa korban kecelakaan nasional didominasi pengendara motor.
Ia mengatakan bahwa pelanggaran yang sering terjadi terjadi adalah pengendara yang mencoba mengakali lampu merah.
“Saat lampu sudah merah, mereka belok kiri sebentar, lalu balik kanan. Ini sangat berisiko,” katanya.
Atot juga menekankan kewajiban penggunaan ETLE dalam penindakan.
“Dari porsi 20 persen represif, 95 persen wajib menggunakan ETLE, statis atau mobile,” jelasnya.
Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa belum semua kabupaten/kota di Sulteng memiliki ETLE dan pemasangan dilakukan bertahap.
Saat ini, Palu menjadi wilayah yang sudah memiliki ETLE aktif.
Sebanyak 728 personel diterjunkan dalam operasi ini yang menggabungkan edukasi, patroli, dan penindakan.
Dalam penjelasan Atot yang lain, ia menyebut operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran berlalu lintas karena setiap kecelakaan selalu diawali oleh pelanggaran.
Operasi Zebra 2025 diharapkan dapat menekan angka pelanggaran serta meningkatkan keselamatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. (Rul/Nl)










