- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Klarifikasi Royalti, Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Lagu Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara

Keterangan Gambar : Potret W.R. Soepratman(Foto: Kemdikbud.go.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Keluarga pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Wage Rudolf (WR) Soepratman, memberikan klarifikasi terkait isu royalti yang sempat muncul mengenai penggunaan lagu "Indonesia Raya".
Ketua Umum Yayasan WR Soepratman Meester Cornelis Jatinegara, Endang WJ Turk, mengatakan, hak cipta lagu kebangsaan tersebut telah sepenuhnya diserahkan kepada negara.
Baca Lainnya :
- Besaran Tunjangan Rumah DPR Disorot: Rp50 Juta per Bulan, Setara Gaji 36.000 Guru di Daerah
- Survei: Mayoritas Anak Muda Sepakat Biaya Nikah Idealnya Rp50-100 Juta
- Resmi Dinobatkan! Pink Beach Jadi Pantai Tercantik di Dunia
- Hoaks Video Sri Mulyani, Tidak Pernah Sebut Guru Itu Beban Negara
- HACKED BY OBINXYZ
"Hak cipta lagu kebangsaan Indonesia Raya telah diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Republik Indonesia tanpa syarat oleh empat orang ahli waris almarhum WR Soepratman," ujar Endang dilansir dari Kompas.com, Jumat (22/8/2025).
Kakak kandung WR Soepratman tersebut menjelaskan, penyerahan hak cipta dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tertanggal 25 Desember 1957 serta Surat Putusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada 14 Maret 1960.
Kakak kandung WR Soepratman menambahkan bahwa penyerahan hak cipta ini dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada 25 Desember 1957 serta Surat Putusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada 14 Maret 1960.
Endang juga menyampaikan, seluruh karya ciptaan WR Soepratman telah masuk ke domain publik sejak 2009, kecuali dua lagu, yaitu "Indonesia Tjantik" (1924) dan "Indonesia Hai Iboekoe" (1928).
Dua lagu tersebut mendapat sentuhan baru dari cicit buyut WR Soepratman, Antea Putri Turk, yang menciptakan melodi baru pada 2023 namun tetap mempertahankan lirik asli. Lagu hasil pembaruan ini menjadi bagian dari Album Perdana 12 Lagu WR Soepratman.
"Untuk karya baru tersebut, Antea berhak atas hak cipta dan royalti," jelas Endang.
Dengan demikian, royalti hanya berlaku untuk karya baru WR Soepratman, sementara lagu kebangsaan Indonesia Raya tetap sepenuhnya milik negara. (Bim/Nl)










