- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan

Keterangan Gambar : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, TOJO UNA-UNA – Sebanyak 54 hektare lahan di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Selasa (18/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karhutla terjadi di tiga wilayah, yakni Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana, dan Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka.
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
Dari total lahan yang terbakar, sekitar 50 hektare berada di Desa Longge. Sementara masing-masing 2 hektare lahan terbakar di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.
TRC BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penanganan dengan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan pemadaman darat.
Hingga Jumat (21/8/2026), titik api di Desa Tampanombo masih dipantau karena belum sepenuhnya padam.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini, serta memastikan sarana dan prasarana pemadaman tersedia.
“Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar,” kata Berton, dilansir dari laman resmi bnpb.go.id, Sabtu (22/8/2026).
Masyarakat yang menemukan kejadian kebakaran juga diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. (nul)


_3.jpg)







