- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan

Keterangan Gambar : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, TOJO UNA-UNA – Sebanyak 54 hektare lahan di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Selasa (18/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karhutla terjadi di tiga wilayah, yakni Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana, dan Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka.
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
Dari total lahan yang terbakar, sekitar 50 hektare berada di Desa Longge. Sementara masing-masing 2 hektare lahan terbakar di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.
TRC BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penanganan dengan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan pemadaman darat.
Hingga Jumat (21/8/2026), titik api di Desa Tampanombo masih dipantau karena belum sepenuhnya padam.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini, serta memastikan sarana dan prasarana pemadaman tersedia.
“Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar,” kata Berton, dilansir dari laman resmi bnpb.go.id, Sabtu (22/8/2026).
Masyarakat yang menemukan kejadian kebakaran juga diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. (nul)




1.jpg)




