- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa (18/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, Sigi – Desa Walatana, Kabupaten Sigi, didorong menjadi role model atau contoh pengembangan pertanian modern yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa (18/8/2026).
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
Anwar Hafid mengapresiasi pengembangan pertanian organik di Walatana yang telah memasuki musim tanam keenam melalui kerja sama Badan Usaha Milik Al-Khairaat (BUMA).
Menurutnya, pengembangan pertanian di Walatana memiliki potensi untuk menjadi contoh pertanian modern di Sulawesi Tengah, terutama dengan penerapan teknologi, riset, kemandirian petani, kepastian pasar dan hilirisasi.
“Pertanian organik dan pertanian milenial seperti ini harus kita dorong. Saya berharap Walatana bisa menjadi role model pertanian di Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.
Ia mengatakan, pengembangan pertanian di Sulteng membutuhkan perubahan pola pikir. Pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan petani.
Anwar Hafid kemudian membagikan pengalamannya saat melihat langsung perkembangan pertanian modern di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Menurutnya, kemajuan pertanian di wilayah tersebut didukung oleh riset, teknologi, sistem pengairan, kepastian pasar, manajemen keuangan, digitalisasi hingga hilirisasi.
Ia menilai sejumlah prinsip tersebut dapat diadaptasi untuk memperkuat pertanian di Sulawesi Tengah sesuai dengan kondisi daerah.
Menurut Anwar Hafid, riset perlu menjadi dasar dalam menentukan kondisi tanah dan pemilihan bibit. Pengelolaan irigasi dan sumber air juga perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Selain itu, petani perlu memiliki kepastian pasar agar hasil produksi tidak berhenti pada proses panen. Penguatan manajemen keuangan, digitalisasi pertanian dan hilirisasi juga dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
“Petani jangan hanya berpikir berapa ton yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah berapa nilai ekonomi yang diperoleh. Produksi harus menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani,” katanya.
Ia berharap model Walatana dapat dikembangkan menjadi ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.
Menurutnya, pengembangan tersebut tidak harus langsung meniru seluruh sistem pertanian modern di negara lain. Prinsip yang sesuai dapat diterapkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta ahli pertanian dan ekonomi untuk mengembangkan pola pertanian yang tepat.
“Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain,” ujarnya.
Memasuki musim tanam keenam, pengembangan padi organik di Walatana menunjukkan konsistensi petani dan pelaku usaha dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pengembangan Walatana tidak berhenti pada kegiatan produksi dan panen, tetapi dapat berkembang menjadi model pertanian modern yang meningkatkan kemandirian, nilai ekonomi dan kesejahteraan petani. (nul)




_2.jpg)





