- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa (18/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, Sigi – Desa Walatana, Kabupaten Sigi, didorong menjadi role model atau contoh pengembangan pertanian modern yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa (18/8/2026).
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
Anwar Hafid mengapresiasi pengembangan pertanian organik di Walatana yang telah memasuki musim tanam keenam melalui kerja sama Badan Usaha Milik Al-Khairaat (BUMA).
Menurutnya, pengembangan pertanian di Walatana memiliki potensi untuk menjadi contoh pertanian modern di Sulawesi Tengah, terutama dengan penerapan teknologi, riset, kemandirian petani, kepastian pasar dan hilirisasi.
“Pertanian organik dan pertanian milenial seperti ini harus kita dorong. Saya berharap Walatana bisa menjadi role model pertanian di Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.
Ia mengatakan, pengembangan pertanian di Sulteng membutuhkan perubahan pola pikir. Pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan petani.
Anwar Hafid kemudian membagikan pengalamannya saat melihat langsung perkembangan pertanian modern di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Menurutnya, kemajuan pertanian di wilayah tersebut didukung oleh riset, teknologi, sistem pengairan, kepastian pasar, manajemen keuangan, digitalisasi hingga hilirisasi.
Ia menilai sejumlah prinsip tersebut dapat diadaptasi untuk memperkuat pertanian di Sulawesi Tengah sesuai dengan kondisi daerah.
Menurut Anwar Hafid, riset perlu menjadi dasar dalam menentukan kondisi tanah dan pemilihan bibit. Pengelolaan irigasi dan sumber air juga perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Selain itu, petani perlu memiliki kepastian pasar agar hasil produksi tidak berhenti pada proses panen. Penguatan manajemen keuangan, digitalisasi pertanian dan hilirisasi juga dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
“Petani jangan hanya berpikir berapa ton yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah berapa nilai ekonomi yang diperoleh. Produksi harus menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani,” katanya.
Ia berharap model Walatana dapat dikembangkan menjadi ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.
Menurutnya, pengembangan tersebut tidak harus langsung meniru seluruh sistem pertanian modern di negara lain. Prinsip yang sesuai dapat diterapkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta ahli pertanian dan ekonomi untuk mengembangkan pola pertanian yang tepat.
“Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain,” ujarnya.
Memasuki musim tanam keenam, pengembangan padi organik di Walatana menunjukkan konsistensi petani dan pelaku usaha dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pengembangan Walatana tidak berhenti pada kegiatan produksi dan panen, tetapi dapat berkembang menjadi model pertanian modern yang meningkatkan kemandirian, nilai ekonomi dan kesejahteraan petani. (nul)









