- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam

Keterangan Gambar : Fathur Razaq dalam kegiatan Gebyar Berani Berkibar yang digelar di kawasan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026). (Foto: Media KONI Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI — Geliat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, melalui kegiatan “Gebyar Berani Berkibar”. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga adat, budaya, dan kelestarian alam Lindu.
Dalam kegiatan itu, Fathur Razaq mengajak masyarakat Lindu memaknai kemerdekaan lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, peringatan HUT RI menjadi kesempatan untuk mengingat jati diri, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat bersama dalam membangun daerah.
Baca Lainnya :
Di hadapan tokoh adat, camat, tokoh masyarakat, kepala desa, dan warga Lindu, Fathur menyampaikan bahwa kekuatan Lindu tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada adat, budaya, serta kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kita tidak sekadar berkumpul untuk memperingati kemerdekaan. Kita berkumpul untuk mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah,” ujarnya.
Menurut Fathur, “Gebyar Berani Berkibar” mencerminkan semangat masyarakat untuk saling menguatkan. Berbagai lomba, permainan, seni, dan rangkaian kegiatan menjadi ruang untuk merawat gotong royong sekaligus mendorong generasi muda agar berani berkarya.
“Yang paling penting bukan siapa yang menang. Yang paling penting adalah kita datang sebagai masyarakat, dan pulang sebagai keluarga,” katanya.
Fathur juga mengajak generasi muda Lindu untuk berani memiliki mimpi besar dan tidak takut melangkah jauh dalam mengejar cita-cita. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan tidak membuat generasi muda melupakan asal-usulnya.
“Boleh pergi jauh. Boleh menjadi apa pun yang kalian impikan. Tapi jangan pernah kehilangan akar. Karena orang yang tahu dari mana ia berasal, akan tahu ke mana ia harus melangkah,” ujarnya.
Pesan tentang menjaga identitas Lindu juga ia tekankan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan warisan budaya. Masyarakat diajak bersama-sama menjaga danau, hutan, adat, serta tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Lindu.
“Jaga danaunya. Jaga hutannya. Jaga adatnya. Jaga budayanya. Dan yang paling penting, jaga rasa persaudaraan di antara kita,” tegas Fathur.
Semangat menghadirkan peringatan kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat juga telah dilakukan Fathur pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya di kawasan Bukit Salena. Kegiatan tersebut melibatkan warga dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai ruang silaturahmi dan kebersamaan.
Keterlibatan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui hal-hal sederhana, seperti berkumpul, bergotong royong, menjaga persaudaraan, serta memberi ruang kepada masyarakat dan generasi muda untuk berpartisipasi.
Bagi Fathur, kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut tidak hanya ditunjukkan dengan mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga melalui keberanian untuk bermimpi, bergerak, menjaga apa yang dimiliki, dan memberikan yang terbaik bagi daerah serta Indonesia.
“Sulteng yang besar dibangun dari seluruh penjuru negeri. Lindu adalah bagian dari kekuatan itu, dari masyarakat yang bersatu, dari semangat kebersamaan, dari gotong royong yang terus hidup, dan dari generasi yang berani berkarya,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lindu pun menjadi gambaran geliat masyarakat dalam merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat persaudaraan, merawat adat dan budaya, serta menjaga kekayaan alam yang menjadi identitas daerah.
“Berani bermimpi. Berani bergerak. Berani menjaga. Berani berkibar. Dari Lindu, untuk Indonesia,” tegasnya. (nul)









