- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak

Keterangan Gambar : Ilustrasi sawah kekeringan. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PARIMO – Kekeringan melanda sembilan desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan berdampak terhadap sekitar 1.400 hektare lahan sawah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi kekeringan terjadi akibat tidak adanya curah hujan. Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Mepanga, Bolano Lambunu, dan Tomini.
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Buka-Tutup Jalur Kebun Kopi Picu Protes, Fortuner Hitam Diduga Utusan Bupati Diloloskan Melintas
Di Kecamatan Mepanga, kekeringan melanda Desa Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung, dan Ogotion. Sementara di Kecamatan Bolano Lambunu terjadi di Desa Anutapu dan di Kecamatan Tomini terjadi di Desa Ambesia Barat.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan kaji cepat serta berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat. Hingga Jumat (21/8/2026), kondisi kekeringan masih berlangsung.
Di Desa Kayu Agung, debit sumber air utama tercatat hanya sekitar 25 persen dari kondisi normal.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap kondisi kekeringan.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini,” kata Berton, dilansir dari laman resmi bnpb.go.id, Sabtu (22/8/2026).
Berton juga meminta masyarakat segera melaporkan kondisi kekeringan kepada pemerintah atau otoritas setempat agar kebutuhan penanganan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti. (nul)



_2.jpg)

_3.jpg)




