- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
- Zevanya Queensy Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal

Keterangan Gambar : Antrean kendaraan di SPBU Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Rabu malam (19/8/2026). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palu sempat mengular di tengah kebutuhan masyarakat terhadap BBM jenis Pertalite.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan stok Pertalite di Kota Palu dan sekitarnya dalam kondisi normal.
Baca Lainnya :
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
- Besok! Ketua Pembina YKB Tinjau dan Resmikan Fasilitas Pendidikan di Palu
- Buka-Tutup Jalur Kebun Kopi Picu Protes, Fortuner Hitam Diduga Utusan Bupati Diloloskan Melintas
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina memahami kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite, terutama di tengah meningkatnya mobilitas.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite, terutama di tengah meningkatnya mobilitas. Saat ini kondisi stok sudah normal, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujar Lilik dalam siaran pers yang diterima, Kamis (20/8/2026).
Lilik menjelaskan, sebelumnya terdapat kendala distribusi akibat kondisi cuaca yang berdampak pada proses kapal bersandar. Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina mengoperasikan penyaluran dari Depot BBM selama 24 jam agar pasokan segera sampai ke SPBU.
“Memang terdapat kendala distribusi akibat kondisi cuaca yang berdampak pada proses kapal bersandar. Untuk mempercepat pemulihan, operasional penyaluran dari Depot BBM kami lakukan selama 24 jam, sehingga pasokan dapat segera disalurkan ke SPBU,” katanya.
Selain itu, jam operasional SPBU disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyaluran di masing-masing lokasi. Percepatan penyaluran ke sejumlah SPBU juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Kami juga melakukan penyesuaian jam operasional SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Percepatan penyaluran ke sejumlah SPBU terus dilakukan agar masyarakat dapat segera mengakses Pertalite dan kebutuhan BBM dapat terpenuhi,” pungkasnya. (nul)

1.jpg)







