- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Jembatan Rusak, Anak-anak Desa Tonggolobibi Nekat Menyebrangi Sungai Demi Sekolah

Keterangan Gambar : Anak sekolah dasar di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terpaksa menyeberangi sungai setiap pagi menggunakan rakit untuk bisa pergi ke sekolah. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Donggala – Akses sekolah di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, terputus setelah jembatan gantung rusak akibat banjir. Akibatnya, puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) terpaksa menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit demi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar.
Kondisi tersebut terekam dalam video dan foto yang diunggah Sukardi Zazg di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat 16 anak berseragam SD menyeberangi sungai menggunakan rakit dengan bantuan seorang warga dewasa.
Baca Lainnya :
- Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Palu–Donggala hingga Teluk Tolo
- Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Wilayah Barat Laut Donggala
- Mau Melaut? BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Sulteng
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- WALHI Sulteng Soroti Banjir Donggala, Tata Ruang Dinilai Rusak
Kepala Desa Tonggolobibi, M. Saleh, menjelaskan, jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Bontopangi dan Dusun Silobo menuju SD di Dusun Lantapan rusak semenjak di terjang banjir pada Desember 2025. Sementara itu, dua akses lainnya, yakni tanggul bendungan dan saluran irigasi, telah diperbaiki.
“Untuk jembatan gantung, kami sudah mengajukan permohonan kebencanaan ke tingkat provinsi karena anggarannya cukup besar,” ujar Saleh, Rabu (11/2/2026).
Akibat putusnya jembatan, sebagian siswa kelas satu pindah ke sekolah terdekat, sementara siswa kelas lima dan enam tetap harus menyeberangi sungai. Pembangunan jembatan darurat dianggap berbahaya karena kondisi sungai yang lebar, dalam, serta adanya buaya di lokasi.
Selain rakit, tersedia jalur alternatif antar dusun. Namun jalur ini lebih jauh dan memakan waktu, sehingga tidak semua orang tua dapat mengantar anaknya.
“Jalan putar bisa, tapi memakan waktu dan tidak semua orang tua sempat. Jadi ada yang memilih menyeberang sungai,” kata Saleh.
Penggunaan rakit mulai dilakukan sejak pertengahan Januari 2026, setelah kegiatan belajar mengajar kembali normal pasca-libur sekolah.
Kepala desa berharap pemerintah kabupaten segera membangun kembali jembatan gantung agar akses pendidikan dan keselamatan anak-anak lebih terjamin. (BIM/Nl)




_2.jpg)





