- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
Mau Melaut? BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Sulteng

Keterangan Gambar : Informasi peringatan dini gelombang tinggi di perairan Sulawesi Tengah. (Foto: BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu/ig @cuaca_sulteng)
Likeindonesia.com, Palu - Buat warga pesisir dan nelayan yang berencana melaut, ada baiknya lebih waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Tengah.
Peringatan ini disampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu dan berlaku mulai 15 Januari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 18 Januari 2026 pukul 08.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- WALHI Sulteng Soroti Banjir Donggala, Tata Ruang Dinilai Rusak
- Sekuriti Toko Bintang Gasak Brankas Tempatnya Bekerja, Polisi Tangkap Pelaku
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di Sulawesi Tengah secara umum cerah berawan, namun masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang pada siang dan malam hari. Arah angin umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur dengan kecepatan 5–20 knot.
"Kecepatan angin maksimum berada di Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Kepulauan, Perairan Banggai Laut, Perairan Teluk Tomini Utara Banggai, Perairan Teluk Tomini Timur Parigi Moutong, Perairan Buol, dan Perairan Teluk Tomini," jelas BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu dalam rilisnya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Laut, Teluk Tomini Utara Banggai, Perairan Kepulauan Tojo Una-Una, Teluk Tomini, Perairan Teluk Donggala–Palu, Perairan Buol, serta Teluk Tomini Selatan Parigi Moutong.
BMKG mengingatkan kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.




.jpg)





