- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
- Bank Sulteng Keluarkan Klarifikasi Resmi Usai Karangan Bunga Viral di Palu
- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP

Keterangan Gambar : Beras SPHP. (Foto: Dok. BULOG)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium untuk menjaga harga beras di tengah musim kemarau panjang tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, langkah tersebut diambil karena kemarau yang lebih kering membuat produksi padi petani menurun dan pasokan beras di pasar ikut berkurang.
Baca Lainnya :
- WNI Ramai-Ramai Cari Kerja ke Luar Negeri, Istana: Kita Punya Budaya Merantau
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
- Senator Andhika Amir Dukung Langkah Tegas Pemkab Donggala Soal DBH Migas
Kondisi itu kemudian berdampak pada kenaikan harga beras sekitar Rp100 hingga Rp200.
“Jadi enggak ada produksi. Oleh karena supply and demand, ya, tidak ada produksi pasti harganya naik. Ada naik Rp100, ada yang Rp200,” ujar Zulhas dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026), dikutip dari Kompas.com.
Menurut Zulhas, tambahan pasokan diperlukan karena stok beras SPHP medium dari alokasi sebelumnya sebanyak 828.000 ton kini tersisa sekitar 80.000 ton.
“Kita tambah lagi 1 juta (ton) SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.000, Rp12.500 paling mahal,” katanya.
Tambahan 1 juta ton beras SPHP tersebut akan disalurkan pada Oktober, November, dan Desember 2026 untuk menghadapi periode paceklik akibat kemarau panjang.
“Kita tambah 1 juta lagi agar harga yang berada di pasar yang cenderung naik Rp100-200 itu bisa kita turunkan kembali,” jelas Zulhas.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras tambahan tersebut akan disalurkan melalui seluruh saluran distribusi yang tersedia, termasuk ritel, RPK Bulog, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Semua, ke semua, pokoknya 10 saluran sampai ke KDKMP masuk itu semua,” tutur Rizal. (nul)









