- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
Fluktuasi Harga Tomat, dari Rp35 Ribu Kini Turun Jadi Rp7 Ribu Per Kilogram
.jpg)
Keterangan Gambar : Pedagang tomat i Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Setelah sempat melambung hingga Rp35 ribu per kilogram, harga tomat di Kota Palu kini anjlok tajam.
Di sejumlah pasar tradisional, harga tomat turun hingga kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.
Baca Lainnya :
- Damkar Palu Selamatkan Remaja yang Terjepit Saat Coba Ambil Uang di Tanggul Talise
- Lima Tempat Usaha di Palu Disegel karena Tunggakan Pajak Daerah
- Briptu Pangeran Wana Kapito Dipanggil ke Pelatnas Sepaktakraw Jelang SEA Games 2025
- Warga Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Pokok, Disperindag Palu Gelar Operasi Pasar Murah
- Terjebak Semalaman di Gunung Nokilalaki, Enam Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat
Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Para pedagang menyebut anjloknya harga disebabkan melimpahnya stok akibat masa panen di sejumlah sentra produksi di Sulawesi Tengah, seperti Biromaru, Napu, dan Palolo.
"Alhamdulillah sudah turun, Rp7 ribu, Rp8 ribu, ada yang tomat kelereng itu sudah Rp5 ribu," ujar Iftiah, salah satu pedagang tomat di Pasar Inpres Manonda, saat dijumpai Rabu (6/8) pagi.
Menurut Iftiah, sebelumnya harga tomat sempat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, terutama untuk jenis tomat kelereng.
Namun kini stok dari petani kembali melimpah.
"Mungkin karena stoknya banyak ya, ndak ada pengiriman, biasa kalau kurang itu banyak pengiriman ke Kalimantan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang lain yang juga merasakan dampak turunnya harga.
"Betul (sudah turun). Kalau untuk partai sekarang Rp5 ribu, Rp6 ribu. Kalau eceran sekarang Rp10 ribu, Rp8 ribu," ucapnya.
Ahmad menyebut penurunan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi Rp35 ribu per kilogram.
Ia memperkirakan, kondisi ini terjadi karena sudah memasuki panen raya.
"Kalau bagian Sulawesi Tengah, Palolo, Biromaru. Tergantung musim juga, kalau hujan kan bisa naik lagi harganya," jelasnya.
Fenomena fluktuasi harga tomat memang kerap terjadi, bergantung pada pasokan, cuaca, dan distribusi.
Saat pasokan melimpah dan pengiriman ke luar daerah berkurang, harga di tingkat pedagang cenderung stabil atau bahkan turun signifikan. (Rul)










