- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
BMKG Ingatkan Masyarakat NTB Soal Risiko Gempa Megathrust

Keterangan Gambar : Ahli Seismologi Direktorat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi. (Foto: RRI/Halwi)
Likeindonesia.com, NTB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk waspada terhadap potensi gempa megathrust yang bisa memicu tsunami besar.
Peringatan ini disampaikan oleh Ahli Seismologi Direktorat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi, dalam sosialisasi kebencanaan di Mataram, Selasa (26/8/2025). Ia menegaskan bahwa potensi gempa bukanlah ramalan atau upaya menakut-nakuti, melainkan informasi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Dirpolairud NTB Apresiasi Tim Gabungan Usai Berhasil Temukan Penyelam yang Hilang di Lombok Timur
- Hacked By BARZXPLOIT
- Hacked By BARZXPLOIT FT Mr.SonicX
- home
- Hacked By SponsXploitSec
“Kita bicara megathrust ini untuk kesiapsiagaan. Daripada gempa terjadi tanpa kita tahu sumbernya, dampaknya bisa lebih parah,” ujarnya, dikutp dari Radar Lombok, Jumat (29/8).
Wilayah NTB diketahui berada di jalur rawan, tepatnya di zona Flores Back Arc Thrust atau Flores Megathrust. Zona ini berpotensi memicu gempa dangkal yang bisa menimbulkan tsunami. Dalam skenario terburuk, ketinggian tsunami bahkan bisa mencapai 26 meter, terutama jika sumber gempa berasal dari megathrust Sumba.
BMKG sendiri sudah menyiapkan pemodelan tsunami di berbagai wilayah sebagai panduan. Pepen mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah meski gempa kecil sering terjadi.
“Masyarakat tidak boleh abai. Kuncinya adalah mitigasi. Bukan soal kapan gempanya, karena setiap hari ada gempa. Yang terpenting adalah kesiapan kita menghadapi itu,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kesiapsiagaan dimulai dari rumah tangga. Hal-hal sederhana seperti menata barang pecah belah, menyiapkan jalur evakuasi, hingga memperkuat bangunan dapat menyelamatkan nyawa saat gempa terjadi.
“Kalau Anda di jalan, lebih aman jika diberitahu ada lubang. Begitu juga dengan ancaman gempa, lebih baik masyarakat tahu risikonya agar bisa berhati-hati, daripada tidak tahu sama sekali,” tandasnya. (Nul)










