- Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Lere, Identitas Korban Belum Diketahui
- Karyawan Hilang Usai Jatuh dari Tongkang di Morowali Utara Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
- Palu, Sigi, dan Donggala Jadi Tujuan Wisata Terbanyak di Sulteng
- 35.872 Kopdes Dikebut Rampung Bulan Ini, Siap Beroperasi September
- Akhirnya, Penerbangan Internasional Perdana Palu–Guangzhou Dimulai 6 Agustus
- Suka Rekam Orang Tanpa Izin Buat Konten? Menkomdigi: Bisa Langgar UU PDP
- Masa Transisi Darurat Gempa Sigi Resmi Berakhir, Fokus Penanganan Beralih ke Percepatan Pemulihan
- Pemprov Sulteng Resmi Layangkan Surat Keberatan atas Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027
- Resmi, Harga Pertamax hingga Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Agustus
- Pemprov Sulteng Sesalkan Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027, Gubernur: Keputusan Sepihak
16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut

Keterangan Gambar : Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat bertemu manajemen perusahaan tambang di Hotel Mercure Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU – Sebanyak 16 perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara berkomitmen membiayai pembangunan dan perbaikan jalan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai mencapai Rp355 miliar.
Komitmen tersebut dihimpun oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Lainnya :
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
Dana CSR tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melainkan diwujudkan dalam bentuk pengerjaan langsung proyek jalan oleh perusahaan-perusahaan tambang yang terlibat.
“Proyek perbaikan dan pembangunan peningkatan jalan itu dikerjakan sendiri saja oleh semua perusahaan tambang itu. Pemprov terima Aset saja,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BPR/Binatarung) Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, Jumat (12/6/2026).
Menurut Faidul, terdapat dua ruas jalan yang menjadi fokus pelaksanaan program CSR tersebut, yakni ruas Towi–Kolonodale dan ruas Buleleng–Matarape.
“Hasil pertemuan Gubernur Sulteng bapak Anwar Hafid dengan manajemen ke 16 perusahaan tambang itu disepakati dua ruas jalan yang menjadi tanggungjawab mereka yang harus dikerjakan perbaikan dan pembangunannya yang dibiayai dari dana CSR ke 16 perusahaan itu dengan total anggaran kurang lebih Rp355 miliar yakni ruas Jalan Towi- Kodal ruas Buleleng - Matarape,” jelas Faidul yang turut mendampingi Gubernur Anwar Hafid saat bertemu manajemen perusahaan tambang di Hotel Mercure Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Gubernur Anwar Hafid menyambut baik komitmen tersebut dan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tambang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ini bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (10/6/2026) di Jakarta.
Menurutnya, langkah tersebut membuktikan bahwa keterbatasan ruang fiskal tidak harus menghambat pembangunan fasilitas publik. Pemerintah daerah memilih memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna menutup kebutuhan pembiayaan infrastruktur.
Anwar menegaskan pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas ekonomi, memperlancar distribusi logistik, serta mengurangi ketimpangan akses antarwilayah di Sulawesi Tengah.
“Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus mampu menghadirkan inovasi. Bagi kami, ini adalah inovasi di tengah efisiensi. Sulawesi Tengah menyambut baik kesepakatan ini karena tujuannya sama, memberi manfaat kepada rakyat,” kata Anwar.
Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama, pembangunan jalan dibagi ke dalam dua sasaran utama. Pada ruas Towi–Kolonodale, konsorsium yang terdiri dari 16 perusahaan tambang berkomitmen membiayai pembangunan dan peningkatan kualitas jalan sepanjang 13 kilometer.
Sementara itu, ruas Buleleng–Matarape akan ditangani oleh satu perusahaan tambang yang bertanggung jawab penuh terhadap pendanaan dan pelaksanaan proyek di koridor tersebut.
“Model kemitraan komprehensif antara pemerintah daerah Sulteng dan sektor swasta ini seyogianya dapat menjadi percontohan nasional. Sektor industri ekstraktif yang mengeruk potensi alam daerah sudah sepatutnya memberikan dampak timbal balik yang instan bagi kesejahteraan mobilitas warga lokal,” pungkasnya. (nul)



.jpg)






