- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
- Tingkatkan Kapasitas Relawan se-Sulawesi, ID Humanity Dompet Dhuafa dan PMI Gelar Pelatihan P2
- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peringatan 50 tahun Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PARIMO – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peringatan 50 tahun Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (6/6/2026), bersama Ketua TP-PKK Sulteng, Sri Nirwanti Bahasoan.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar menegaskan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan harus berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui proses pengolahan di dalam daerah.
Baca Lainnya :
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
Ia menekankan agar komoditas pertanian Sulawesi Tengah tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah.
“Kita tidak mau lagi hasil kita dibawa keluar dalam bentuk mentah. Kita ingin diolah di sini supaya nilai tambahnya dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Menurut Anwar, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama jika didukung dengan hadirnya industri pengolahan.
Ia juga menyebut telah membuka komunikasi dengan investor luar negeri, termasuk dari Tiongkok, untuk mendorong pengembangan industri tersebut di Sulawesi Tengah.
Ia mencontohkan komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional, termasuk produk turunannya seperti air kelapa yang dinilai memiliki harga jual lebih baik jika dikelola secara maksimal.
Selain fokus pada sektor pertanian, Anwar juga menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah provinsi yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga keagamaan.
Di sektor pendidikan, ia kembali menegaskan program “Berani Cerdas” yang menghapus pungutan di tingkat SMA, SMK, dan SLB serta memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu, termasuk di sekolah swasta. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan rata-rata pendidikan masyarakat Sulawesi Tengah hingga minimal tingkat SMA pada 2045.
“Kita tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah karena biaya. Pemerintah harus hadir,” ujarnya.
Sementara di sektor kesehatan, program “Berani Sehat” terus diperkuat, termasuk perluasan akses pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka yang dibiayai pemerintah provinsi.
Anwar juga menyinggung program “Berani Berkah” yang mendorong penguatan nilai spiritual masyarakat dengan mengajak warga memakmurkan rumah ibadah sebagai pusat keberkahan daerah.
Selain itu, ia turut membuka layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp yang aktif 24 jam untuk memastikan setiap keluhan warga dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Peringatan 50 tahun transmigrasi di Tinombala ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan Sulawesi Tengah yang berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia, hilirisasi pertanian, serta kesejahteraan masyarakat. (nul)

.jpg)







