- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng

Keterangan Gambar : Groundbreaking Program Berani Lancar di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI – Proyek pembangunan dan rekonstruksi jalan serta jembatan senilai Rp604,8 miliar mulai bergulir di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Pekerjaan infrastruktur tersebut mencakup 24 paket yang tersebar di 12 kabupaten, mulai dari Sigi hingga Banggai Laut.
Groundbreaking proyek yang masuk dalam program Berani Lancar tersebut dipusatkan di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).
Baca Lainnya :
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Pembangunan ini mencakup wilayah Kabupaten Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah terpencil, serta memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.
Selain rekonstruksi jalan provinsi, proyek ini juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi jalan desa, pembukaan akses baru antarkawasan, serta pembangunan dan penggantian jembatan yang menjadi penopang mobilitas masyarakat.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang layak dan aman.
“Kalau ada jalan provinsi yang rusak, itu tanggung jawab gubernur. Karena itu saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Anwar, keberadaan jalan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menentukan kelancaran distribusi barang, akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Melalui proyek ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik antarwilayah, percepatan distribusi komoditas unggulan daerah, serta penguatan konektivitas yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami mungkin tidak bisa memuaskan semua orang. Tetapi kami akan memastikan pembangunan ini dirasakan oleh rakyat. Itu yang menjadi tanggung jawab kami,” tutup Anwar Hafid. (nul)









