- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Sigi, Minggu malam (7/6/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Sigi, Minggu malam (7/6/2026).
Kegiatan yang diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah ini menjadi momentum penguatan syiar Islam sekaligus penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Baca Lainnya :
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipahami sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi harus menjadi sarana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat agar menjadikan Al-Qur’an tidak sekadar dibaca saat kegiatan MTQ atau di lingkungan pesantren, tetapi benar-benar dihidupkan dalam praktik kehidupan.
“Al-Qur’an diturunkan dari langit dan tugas kita adalah membumikannya. Jangan sampai Al-Qur’an hanya ramai saat MTQ atau di pondok-pondok tahfiz tetapi jauh dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus dibaca, dipahami, dan diamalkan agar membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta senantiasa berada dalam petunjuk Allah SWT.
Semangat tersebut sejalan dengan program Berani Berkah melalui Gerakan Sulteng Mengaji yang mendorong masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak masyarakat menghidupkan Gerakan BAKU SAYANG (Bersama Al-Qur’an Sulteng Aman, Jaya, dan Menang) sebagai upaya membangun budaya membaca dan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani secara berkelanjutan.
“Tidak ada ruginya membaca Al-Qur’an setiap hari minimal satu lembar. Dengan membacanya kita memperoleh petunjuk hidup, memperkuat fondasi moral, dan mengundang keberkahan Allah,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sigi atas kesiapan sebagai tuan rumah MTQ Ke-31. Ia berharap penyelenggaraan ini berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Kepada dewan hakim, Gubernur berpesan agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas dalam menilai peserta, demi melahirkan wakil terbaik Sulawesi Tengah pada MTQ tingkat nasional.
Pembukaan MTQ Ke-31 ditandai dengan pemukulan beduk dan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Anwar Hafid sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan di Kabupaten Sigi.
Melalui penyelenggaraan MTQ ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, serta nilai-nilainya benar-benar membumi dalam kehidupan sehari-hari. (nul)









