- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Siswa SMK di Palu Ubah Motor BBM Jadi Listrik, Pertama di Sulteng

Keterangan Gambar : Siswa SMK di Kota Palu berhasil mengonversi sepeda motor berbahan bakar BBM menjadi motor listrik.
Likeindonesia.com, Palu – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu berhasil mengonversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Inovasi ini disebut sebagai yang pertama dilakukan di Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Gempa 4,8 SR Guncang Parigi Moutong, Terasa Hingga Palu dan Poso
- Kebakaran Hanguskan Tiga Petak Rumah Warga di Jalan Samratulangi Palu
- Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Kemandirian Klien Pemasyarakatan Lewat Pelatihan UMKM
- Siswa SMK di Palu Dilatih Ubah Motor Konvensional Jadi Motor Listrik
- DPRD Sulteng Turun Temui Ribuan Massa Aksi, Tuntutan Rakyat Janji Dibawa ke Pusat
Proses konversi dilakukan di sekolah dengan pendampingan guru dan instruktur.
Lima unit motor dengan tipe berbeda dipilih untuk dimodifikasi, mulai dari motor klasik hingga matic.
Kepala SMKN 3 Palu, Hamka, mengatakan kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas jurusan, yakni kelistrikan dan teknik sepeda motor.
“Tujuannya bagaimana hal ini bisa dikembangkan kolaborasi antara anak-anak jurusan kelistrikan dan sepeda motor, sehingga menghasilkan kelistrikan dan motornya. Ini pertama di Sulawesi Tengah, harapan kami pemerintah bisa memberikan kami suport,” ujar Hamka diwawancarai Rabu, (3/9) pagi.
Konversi ini tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Instruktur pelatihan, Hanopa Abdul Hidayah, menyebut setiap motor yang dikonversi memiliki sistem berbeda sesuai tipe dan kapasitas mesin.
“Dari lima unit motor yang berbeda-beda, semua sistemnya juga berbeda. Kebutuhannya untuk memperkenalkan media pembelajaran, dan alhamdulillah dengan semangat siswa bisa diselesaikan,” kata Hanopa.
Menurut Hanopa, dengan keterlibatan siswa dan guru, setidaknya lima unit motor konversi dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari.
Setelah itu, pengerjaan dilanjutkan oleh pihak sekolah untuk memastikan seluruh kendaraan siap digunakan.
Inovasi motor listrik ini diharapkan bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya di SMKN 3 Palu, tetapi juga sekolah kejuruan lain di Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










