- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Sederet Artis Dukung Pandawara, Siap Patungan Beli Hutan

Keterangan Gambar : Pandawara Group mengajak masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan dan didukung oleh sederet artis, termasuk Denny Caknan. (Foto: @pandawaragroup-@denny_caknan/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Sejumlah artis Indonesia memberikan dukungan kepada Pandawara Group yang mengajak masyarakat untuk patungan membeli hutan. Ajakan ini muncul sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya kasus deforestasi dan alih fungsi lahan.
Ajakan tersebut disampaikan Pandawara melalui unggahan di Instagram pada Kamis (4/12/2025).
Baca Lainnya :
- Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Aceh Diguncang Gempa 5,4 SR, Terasa hingga Aceh Selatan
- Jepang Diguncang Gempa M 7,5 Diikuti Tsunami, 90 Ribu Warga Mengungsi
- admin
Mereka menyebut ide ini muncul secara spontan, saat membayangkan kemungkinan masyarakat ikut memiliki dan menjaga hutan agar tidak dialihfungsikan.
"Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran, gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan," tulis keterangan unggahan Pandawara di Instagram.
Pandawara juga menyoroti soal aturan alih fungsi lahan, khususnya perkebunan sawit, serta mempertanyakan apakah praktik yang berjalan saat ini masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut mereka, masyarakat berhak bersuara ketika keseimbangan ekosistem mulai terganggu.
"Karena alih fungsi&deforestasi nya udh berlebihan banget guys menurut informasi sih kaya gini aturan nya Aturan skala menanam sawit di Indonesia meliputi batas luas maksimum lahan (100.000 hektar per perusahaan di seluruh Indonesia dan 20.000 hektar per provinsi) dan luas minimum lahan (minimal 6.000 hektar per perusahaan untuk komoditas sawit). Selain itu, untuk usaha perkebunan dengan luas minimal 25 hektar, diwajibkan memiliki izin. gimana guys? apakah alihfungsi yang saat ini ada sudah sesuai dengan aturan di atas?" lanjut Pandawara dalam kolom komentar.
Respons positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk sederet artis Tanah Air. Denny Caknan menjadi salah satu yang menyatakan kesiapannya berkontribusi dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar.
Ia menilai ide tersebut mungkin terdengar tidak biasa, namun masuk akal jika dipikirkan lebih jauh.
"Mungkin terlihat tidak mungkin. Terlihat ngawur. Tp kalo di pikir pikir masuk akal juga lamunan nya. Walaupun aku gak iso mikir cara belinya gimana. @pandawaragroup adalah simbul keperdulian kita terhadap lingkungan. Saya hanya seniman daerah yang sedikit membantu mimpi pandawara dan untuk indonesia," tulis Denny Caknan dalam unggahannya.
Dukungan serupa juga disampaikan Denny Sumargo yang menulis di kolom komentar Instagram Pandawara, menyatakan siap menjadi penyumbang Rp1 miliar pertama.
Selain itu, sejumlah artis lain seperti Atta Halilintar, Vidi Aldiano, hingga Benedictus Siregar turut menunjukkan ketertarikan dan dukungan terhadap gerakan ini.
Pandawara menegaskan, gerakan patungan membeli hutan ini tidak bertujuan untuk menyerang pihak tertentu.
Mereka ingin mengajak masyarakat lebih sadar bahwa kondisi lingkungan saat ini sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan perhatian bersama.
"Tujuan langkah ini tidak untuk memprovokasi pihak manapun, setiap narasi yang disampaikan mempunyai maksud untuk mengingatkan agar kita bisa segera sadar, "SADAR" bahwa kondisi keseimbangan ekosistem sedang tidak baik2 saja, pembalakan liar nya sudah terlalu banyak, harus segera ditangani dengan cara yang tepat," tulis Pandawara.
Menurut Pandawara, langkah ini murni sebagai pengingat bahwa keseimbangan ekosistem harus dijaga.
Mereka juga menekankan bahwa niat utama gerakan ini adalah demi kepentingan bangsa dan masa depan Indonesia.
"Kami pastikan niat ini adalah niat baik, demi bangsa Indonesia, ini adalah suatu kebenaran, dan sejatinya satu kebenaran tidak akan pernah bertentangan dengan kebenaran lainnya," lanjutnya. (Nul/Nl)










