- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
- Biaya Haji 2027 Turun, Jemaah Dapat Subsidi Pemerintah Rp3,2 Juta
- Kenaikan Harga Cabai di Sulteng, Rawit Merah Tembus Rp115 Ribu per Kg
- KONI Sulteng Dukung 7 Atlet Panahan Berlaga di Kejurnas Senior 2026
- 10 Website Downloader untuk Pengguna yang Membutuhkan Download Video Praktis
- Pilu, Pesan Terakhir Aqib ke Ibu Sebelum Meninggal, Takut Dipukuli di Sekolah
- 8 Website bagi Pengguna yang Ingin Download Video dan Reels Instagram
- 10 Pilihan Web untuk Mengikuti Perkembangan Story dari Profil Publik
Target-Target Serangan Israel di Gaza

GAZA - Israel makin gencar melakukan serangan ke Gaza, baik melalui udara maupun darat. Masjid menjadi salah satu target serangan dari Negara Yahudi itu.
Sekira 15 warga Palestina dilaporkan tewas dan 20 lainnya dalam serangan udara Isarel ke sebuah masjid di Kota Gaza pada Sabtu 19 Juli 2014 lalu. Masjid itu terletak tidak jauh dari rumah milik Komandan Polisi Gaza.
Rudal-rudal dari Israel menghancurkan sebagian dari bangunan masjid. Alquran yang berada di dalam masjid pun tampak rusak akibat serangan. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (23/7/2014).
Selain itu, serangan Israel juga diarahkan ke rumah sakit yang berada di Gaza. Blokade yang dilakukan oleh Israel makin membuat rumah sakit sulit untuk beroperasi.
Kementerian Kesehatan Gaza menjelaskan, blokade telah memperburuk kualitas hidup warga yang terluka akibat konflik ini. 136 obat yang diperlukan sudah makin menipis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa hari ke depan.
Kantung kekuatan Hamas menjadi target penting yang diincar oleh Israel. Namun serangan terhadap basis kekuatan Hamas tersebut justru lebih sering menimpa warga sipil.
Hingga saat ini lebih dari 630 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan Israel ke Gaza. Sementara 30 warga Israel dilakukan turut tewas dalam pertempuran yang sudah berlangsung sekira 15 hari tersebut.










