- BMKG Catat 166 Gempa di Sulteng pada Pekan Terakhir Juli
- MUI Usul Koruptor Boleh Dijatuhi Hukuman Mati
- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
Retribusi Sampah Palu Tembus Rp14 Miliar, Target 2026 Dipatok Rp16 Miliar

Keterangan Gambar : Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pendapatan retribusi sampah Pemerintah Kota Palu pada 2025 tercatat menembus angka lebih dari Rp14 miliar atau sekitar 97 persen dari target Rp15 miliar.
Melihat tren peningkatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menargetkan pendapatan retribusi sampah tahun 2026 naik menjadi Rp16 miliar.
Baca Lainnya :
- Rusman Ramli Bergabung dalam Orasi, Tegaskan Dukungan ke Penambang Rakyat Poboya
- Nurhalis Nur: DPRD Siap Berada di Garda Terdepan Bersama Penambang Poboya
- Ratusan Penambang Poboya Konvoi Truk ke Depan DPRD Palu, Desak WPR dan Penciutan Lahan PT CPM
- Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, menyebut capaian retribusi sampah tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini realisasinya sudah lebih dari Rp14 miliar. Artinya hampir menyentuh target yang kita tetapkan,” ujar Ibnu Mundzir saat ditemui di Palu, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data DLH, pendapatan retribusi sampah Kota Palu terus meningkat dalam empat tahun terakhir.
Pada 2022, retribusi sampah masih berada di kisaran Rp5 miliar, kemudian naik menjadi sekitar Rp7,8 miliar pada 2023, meningkat lagi menjadi Rp10 miliar pada 2024, hingga mencapai lebih dari Rp14 miliar pada 2025.
Ibnu Mundzir menjelaskan, kenaikan pendapatan tersebut tidak terlepas dari perubahan pendekatan pelayanan kebersihan yang dilakukan DLH.
Jika sebelumnya penekanan lebih banyak pada kewajiban pembayaran retribusi, kini DLH lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan kebersihan.
Selain itu, DLH juga mulai menerapkan sistem pembayaran digital melalui aplikasi Pakagali.
Masyarakat dapat membayar retribusi sampah secara daring, selain melalui pembayaran langsung di kelurahan maupun melalui petugas penagih.
Ke depan, sistem penagihan akan diperkuat dengan layanan pengingat otomatis melalui SMS blast yang terhubung langsung dengan nomor telepon wajib retribusi.
Saat ini, jumlah wajib retribusi yang tercatat di DLH Kota Palu mencapai sekitar 64 ribu.
Di tengah peningkatan pendapatan retribusi, DLH Kota Palu juga dihadapkan pada meningkatnya produksi sampah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kota Palu sepanjang 2025 mencapai 79.726 ton atau rata-rata sekitar 218 ton per hari.
Sebagai kota jasa, Palu tidak hanya menghasilkan sampah dari penduduk tetap, tetapi juga dari aktivitas masyarakat luar daerah yang datang dan beraktivitas di kota ini.
“Produksi sampah memang meningkat tahun ini. Palu ini kota jasa, jadi bukan hanya penduduk yang berkontribusi terhadap sampah, tetapi juga orang-orang yang datang dan beraktivitas di sini,” kata Ibnu Mundzir.
Meski demikian, DLH masih mampu menangani sekitar 88 persen dari total produksi sampah tersebut.
Sisanya sekitar 12 persen masih belum tertangani dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah bersama masyarakat.
Dari sisi sarana, DLH Kota Palu saat ini memiliki sekitar 70 armada pengangkut sampah, sementara kebutuhan ideal mencapai 97 armada.
Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 22 armada untuk menunjang pelayanan kebersihan yang optimal di seluruh wilayah kota.
Selain armada, DLH juga mengerahkan hampir 7.000 petugas kebersihan yang tersebar di 46 kelurahan, termasuk petugas TPA, taman, armada, serta tenaga padat karya.
Dengan tren pendapatan retribusi yang terus meningkat dan upaya perbaikan sistem pelayanan, DLH Kota Palu optimistis target pendapatan retribusi sampah sebesar Rp16 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai. (Rul/Nl)










