- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Produk Karya Warga Binaan Dipasarkan di Lounge Imigrasi Palu

Keterangan Gambar : Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Sulawesi Tengah ditampilkan di lounge Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu. (Foto : Kaneil Ditjenpas Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu – Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Sulawesi Tengah mulai dipasarkan di ruang layanan publik.
Sejumlah produk ditampilkan di lounge Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus mengenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Napu Poso Diguyur Hujan Es, BMKG Imbau Waspada Saat Cuaca Ekstrem
- BMKG Waspadai Potensi El Nino 2026, Sulteng Berisiko Hadapi Kemarau Panjang
- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
Beragam produk yang dipamerkan berasal dari warga binaan dan klien pemasyarakatan di berbagai lembaga, mulai dari lapas, rutan, hingga balai pemasyarakatan.
Produk tersebut mencakup kerajinan tangan, kain tenun, anyaman, serta olahan makanan seperti keripik dan abon yang dinilai memiliki nilai jual.
Plh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Irpan, mengatakan produk warga binaan perlu didorong agar lebih dikenal luas, tidak hanya sebagai hasil karya, tetapi juga bagian dari proses pembinaan yang menghasilkan nilai ekonomi.
“Produk warga binaan harus kita dorong untuk dikenal publik. Ini bukan hanya soal hasil karya, tetapi tentang proses pembinaan yang menghasilkan nilai ekonomi dan kemandirian,” ujar Irpan, Selasa (31/3/2026).
Ia menilai, pembinaan yang efektif harus mampu menjawab tantangan setelah warga binaan kembali ke masyarakat, terutama terkait kemandirian ekonomi.
“Ketika warga binaan memiliki keterampilan dan produknya punya nilai jual, maka peluang mereka untuk kembali ke masyarakat secara produktif semakin besar,” jelasnya.
Selain menjadi sarana promosi, langkah ini juga berkaitan dengan momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 pada 27 April mendatang.
Dalam rangka itu, turut didorong gerakan penggunaan produk warga binaan, termasuk penetapan hari khusus untuk mendorong pemanfaatan produk tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program pembinaan, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga pada aspek pemasaran dan peningkatan kualitas produk, sehingga mampu bersaing di pasar. (Rul)




.jpg)





