- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Napu Poso Diguyur Hujan Es, BMKG Imbau Waspada Saat Cuaca Ekstrem

Keterangan Gambar : Pantauan citra satelit BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Fenomena hujan es terjadi di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026) sore, dan sempat direkam warga saat butiran es jatuh bersamaan dengan hujan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA itu memperlihatkan butiran es berjatuhan di kawasan Puncak Padeha.
Baca Lainnya :
- BMKG Waspadai Potensi El Nino 2026, Sulteng Berisiko Hadapi Kemarau Panjang
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
Dalam video yang beredar, suara benturan es terdengar jelas mengenai kendaraan, sementara warga menunjukkan butiran es yang berada di tangan mereka.
Prakirawan Cuaca BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu, Fathan Labanu, menjelaskan bahwa fenomena hujan es berkaitan dengan pertumbuhan awan konvektif jenis cumulonimbus.
“Fenomena hujan es diawali dengan pertumbuhan awan cumulonimbus, yaitu jenis awan yang menjulang tinggi dan memiliki potensi menimbulkan hujan lebat, petir, angin kencang, hingga hujan es,” ujar Fathan.
Berdasarkan pantauan citra satelit, cuaca di wilayah Napu pada pagi hingga siang hari terpantau cerah.
Namun, memasuki sore hari terjadi pertumbuhan awan konvektif yang cukup cepat hingga membentuk awan cumulonimbus.
Ia menjelaskan, pertumbuhan awan tersebut dipicu oleh kondisi suhu muka laut yang meningkat, sehingga mendorong pembentukan awan menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Menurut Fathan, hujan es terjadi ketika kristal es di dalam awan turun dengan cepat akibat dorongan arus udara ke bawah atau downdraft, sehingga tidak sempat mencair sebelum mencapai permukaan.
Ia juga menambahkan, fenomena hujan es bersifat lokal dan tidak terjadi merata di seluruh wilayah. Umumnya, kejadian ini lebih sering ditemukan di daerah dengan ketinggian tertentu.
“Di Sulawesi Tengah, fenomena ini umumnya terjadi di daerah dengan ketinggian tertentu atau wilayah pegunungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut kejadian hujan es di wilayah Napu bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa laporan serupa juga pernah ditemukan di wilayah sekitar, seperti Lore Barat dan Palolo.
Selain di Poso, kejadian hujan es juga sempat dilaporkan di Kabupaten Banggai pada Februari 2026 lalu, meski dengan durasi singkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terdapat peringatan dini hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Ia menegaskan, meskipun tidak selalu berdampak besar, hujan es tetap berpotensi menimbulkan bahaya, terutama jika ukuran butiran es cukup besar.
“Masyarakat diimbau untuk lebih waspada ketika terdapat peringatan dini cuaca ekstrem tersebut, karena dalam kondisi tertentu, fenomena tersebut juga dapat disertai hujan es,” pungkasnya. (Rul)




.jpg)





