- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
- Retribusi Parkir Tak Maksimal, DPRD Kota Palu Temukan Dugaan Parkir Liar di Area Wisata
- Soroti Kebocoran Pendapatan Daerah, DPRD Kota Palu Usul Semua Pemungutan Pajak Berbasis Digital
- Pansus DPRD Kota Palu Usul Penataan Ulang Pasar, Taman Dialihfungsikan Jadi Area Parkir
- 900 UMKM di Palu Dapat Rompi Identitas, Terkoneksi QR Code untuk Transaksi Digital
- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
Pansus DPRD Kota Palu Usul Penataan Ulang Pasar, Taman Dialihfungsikan Jadi Area Parkir

Keterangan Gambar : Anggota Pansus DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago mengusulkan penataan ulang kawasan pasar tradisional di Kota Palu. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Palu mengusulkan penataan ulang kawasan pasar tradisional di Kota Palu, termasuk opsi alih fungsi taman menjadi area parkir.
Usulan tersebut disampaikan Anggota Pansus DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago, dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota TA 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Kamis (16/4/2026).
Baca Lainnya :
- 900 UMKM di Palu Dapat Rompi Identitas, Terkoneksi QR Code untuk Transaksi Digital
- Tingkatkan Kapasitas Relawan se-Sulawesi, ID Humanity Dompet Dhuafa dan PMI Gelar Pelatihan P2
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
Dalam pemaparannya, Alfian menyoroti pentingnya penataan infrastruktur dasar pasar, terutama ketersediaan air bersih bagi pedagang. Ia menilai fasilitas tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan aktivitas perdagangan, termasuk dalam proses relokasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Selain itu, ia juga menekankan persoalan area parkir yang dinilai belum tertata dengan baik. Alfian mengusulkan agar Dinas PU mengkaji ulang keberadaan taman di sekitar pasar yang dianggap mengurangi kapasitas lahan parkir.
“Jalurnya berputar, lahan parkirnya sangat minim, sementara sisa lahan justru digunakan untuk berjualan bunga. Pasar itu lebih membutuhkan tempat parkir daripada taman,” ujar Alfian.
Lebih lanjut, ia menilai optimalisasi lahan parkir dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi. Ia juga mendorong adanya sistem pengelolaan parkir berbasis digital atau tiket elektronik untuk meningkatkan transparansi dan akurasi setoran ke kas daerah.
Alfian menambahkan bahwa digitalisasi juga perlu diterapkan dalam sistem pembayaran di sektor perdagangan lainnya agar lebih efektif dan terintegrasi.
“Kami mendukung penuh digitalisasi di semua lini pendapatan. Dengan sistem yang terintegrasi, target PAD dapat terealisasi secara maksimal sesuai harapan bersama,” katanya.
Melalui usulan tersebut, Pansus DPRD Kota Palu berharap adanya sinergi lintas sektor dalam penataan kawasan pasar, sehingga dapat menciptakan fasilitas publik yang lebih fungsional sekaligus mendukung peningkatan ekonomi daerah. (nul)









