- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
Kasus Kebakaran di Palu Tembus 200 Insiden Sepanjang Januari–Juli 2025

Keterangan Gambar : Kondisi pasca kebakaran besar yang melanda Pasar Masomba, Senin (29/7/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Sepanjang Januari hingga akhir Juli 2025, Kota Palu mencatat lebih dari 200 kejadian kebakaran.
Jumlah tersebut dirilis oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu menyusul insiden kebakaran besar yang terjadi di Pasar Masomba.
Baca Lainnya :
- Pasca Kebakaran Pasar Masomba, Warga Bersihkan Puing
- Langkah Kecil, Dampak Besar: Perempuan Sulteng Dilatih Jadi Mandiri Lewat Sentuhan Seni
- Warga Korban Kebakaran Masomba Minta Pemkot Tingkatkan Upaya Pencegahan
- Kebakaran di Pasar Masomba Palu, Damkar Kerahkan 12 Unit Armada
- Breaking News: Kebakaran Hebat di Pasar Masomba Palu
Kepala Bidang Pencegahan dan Inspeksi Damkarmat Palu, Farhan Hafid, mengatakan bahwa angka pasti masih dalam pendataan.
Namun, secara umum jumlah kejadian kebakaran tahun ini sudah menembus dua ratusan kasus.
“Kalau tidak salah, sudah lebih dari 200 kejadian. Tapi untuk angka pastinya saya belum bisa sampaikan karena datanya ada di kantor,” ujar Farhan saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Masomba, Selasa (29/7/2025).
Menurut Farhan, penyebab paling dominan berasal dari dua sumber utama, yaitu aktivitas industri serta kelalaian rumah tangga, terutama penggunaan tabung gas.
Kebiasaan membakar sampah sembarangan juga disebut menjadi penyumbang kasus kebakaran.
“Biasanya di fasilitas umum seperti rumah sakit, lalu dari rumah tangga, terutama akibat penggunaan tabung gas. Ada juga sebagian kecil karena warga membakar sampah sembarangan,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam melakukan pembakaran sampah.
Pemerintah telah mengatur aturan soal waktu dan lokasi pembakaran yang diperbolehkan.
“Jangan asal bakar. Harus diperhatikan lokasi dan waktunya,” tegasnya.
Saat ini, Damkarmat Kota Palu diperkuat sekitar 150 personel di unit penanggulangan kebakaran, serta 9 petugas yang bertugas di bidang investigasi.
Armada yang dimiliki mencapai 12 unit, terdiri dari 9 unit utama, 2 unit suplai, dan 1 unit kendaraan kecil pendukung.
Di sisi lain, Farhan menyebut upaya edukasi kepada masyarakat terus digencarkan.
Sosialisasi dan pelatihan kerap dilakukan kepada warga, khususnya kepada kelompok ibu rumah tangga dan pekerja rumah.
“Untuk ibu-ibu kami edukasi soal api kompor. Sementara untuk bapak-bapak biasanya kami beri pemahaman soal bahaya arus listrik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kebakaran.
Damkarmat Palu telah mendorong pemilik usaha untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai ketentuan.
“Sudah ada Perda dan Perwali-nya. Kami juga rutin lakukan inspeksi dan edukasi cara pakai APAR, bukan sekadar punya,” tambahnya.
Meski respons pemadaman dilakukan secara aktif, Damkarmat masih menghadapi keterbatasan, salah satunya terkait kondisi armada.
Beberapa unit pemadam diketahui masih menggunakan kendaraan keluaran tahun 1990-an.
“Di Jepang mungkin sudah tidak dipakai, tapi di sini masih kami operasikan,” ujarnya.
Beruntung, hingga saat ini belum ada personel Damkarmat yang menjadi korban dalam operasi pemadaman.
Hal ini disebut berkat rutinitas pelatihan dan simulasi yang konsisten dilakukan oleh instansi tersebut. (Rul)










