- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
Warga Korban Kebakaran Masomba Minta Pemkot Tingkatkan Upaya Pencegahan

Keterangan Gambar : Kondisi Pasar Masomba, Kota Palu, pasca kebakaran. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan sedikitnya 14 lapak dan rumah tinggal di kawasan Pasar Masomba, sejumlah warga terdampak menyuarakan harapan agar Pemerintah Kota Palu meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat dan rawan seperti pasar tradisional.
Salah satu warga terdampak, Muhammad Yunus Maretang, mengaku tidak berada di lokasi saat api mulai berkobar.
Baca Lainnya :
- Kebakaran di Pasar Masomba Palu, Damkar Kerahkan 12 Unit Armada
- Breaking News: Kebakaran Hebat di Pasar Masomba Palu
- Polisi Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu di Tolitoli, Tiga Kurir Jaringan Internasional Ditangkap
- ASIAFI Sulteng Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Fornas VIII NTB
- 40 Perusahaan Buka Lowongan di Jobfair Sulteng 2025, Catat Tanggalnya!
Ia mengetahui rumahnya terbakar setelah diberi kabar dan langsung menuju lokasi.
“Saya tidak sempat di sini, cuma orang tua yang ada. Pas sampai di sini so tabakar memang,” ujar Yunus saat ditemui di lokasi, Senin (28/7) petang.
Ia menyebut, beberapa barang sempat berhasil diselamatkan, namun sebagian besar isi rumah yang merupakan barang dagangan campuran ludes dilalap api.
Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah dalam menanggulangi dan mencegah kebakaran, khususnya di kawasan pasar yang padat penduduk.
“Kalau bisa, ditingkatkan lagi pencegahan kebakaran. Karena sudah sering sekali terjadi di beberapa daerah pasar. Saya minta tolong pak wali, bagaimana mungkin caranya tindak lanjut ini,” ujarnya.
Yunus juga menyoroti pentingnya fasilitas darurat seperti pompa air yang bisa dimanfaatkan warga saat insiden kebakaran terjadi.
Menurutnya, keberadaan pompa akan sangat membantu sebelum petugas pemadam tiba.
“Salah satunya pompa air lah, supaya warga datang kemari bisa baku bantu ambil air,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Palu menyebut api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam setelah mengerahkan 12 armada dan 60 personel gabungan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. (Rul)










